
Uni Eropa luncurkan investigasi terhadap Facebook dan Instagram soal keamanan anak

Seorang wanita berbicara menggunakan iPhone di gedung Berlaymont, kantor pusat Komisi Eropa, di Brussel, Belgia, pada 4 Maret 2024. (Xinhua/Meng Dingbo)
Sistem Facebook dan Instagram, termasuk algoritme mereka, dikhawatirkan dapat merangsang kecanduan perilaku pada anak-anak.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Komisi Eropa pada Kamis (16/5) meluncurkan proses resmi terhadap Facebook dan Instagram milik raksasa teknologi Amerika, Meta, atas kekhawatiran soal keamanan anak."Komisi Eropa khawatir bahwa sistem Facebook dan Instagram, termasuk algoritme mereka, dapat merangsang kecanduan perilaku pada anak-anak," demikian disampaikan Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.
CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) dalam sidang dengar pendapat terkait Pemeriksaan terhadap Facebook dan Dampaknya pada Sektor Jasa Keuangan dan Perumahan di Capitol Hill di Washington DC, AS, pada 23 Oktober 2019. (Xinhua/Liu Jie)
Logo 5G-A terlihat dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2024 di Barcelona, Spanyol, pada 29 Februari 2024. Gelaran MWC 2024 ditutup pada 29 Februari 2024. (Xinhua/Gao Jing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Dewan Eropa: Israel "harus" cabut blokade Gaza dan izinkan bantuan tanpa hambatan
Indonesia
•
28 May 2025

Tempe semakin populer di Afrika Selatan
Indonesia
•
01 Oct 2020

NSFC dan Gates Foundation luncurkan dana bersama tingkatkan regulasi ilmiah vaksin
Indonesia
•
31 Mar 2023

Lagu tema ASEAN Para Sports insipirasikan acara amal Yayasan Maria Monique Lastwish
Indonesia
•
31 May 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
