
Teleskop raksasa China deteksi semburan gelombang radio cepat baru dari luar angkasa

Foto panorama dari udara yang diabadikan pada 26 Juli 2023 ini memperlihatkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China di Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Ou Dongqu)
Semburan gelombang radio cepat (fast radio bursts/FRB) baru dari luar angkasa terdeteksi dengan bantuan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) yang terletak di Provinsi Guizhou, China barat daya.
Guiyang, China (Xinhua) – Sejumlah ilmuwan China telah mendeteksi semburan gelombang radio cepat (fast radio bursts/FRB) baru dari luar angkasa dengan bantuan teleskop radio terbesar di dunia.FRB adalah kilatan gelombang radio misterius yang berlangsung hanya beberapa seperseribu detik yang pada 2016 dikonfirmasi berasal dari jagat raya. Kepastian mengenai asal-usulnya masih belum jelas.Dengan menggunakan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) yang terletak di Provinsi Guizhou, China barat daya, sebuah tim peneliti setempat menemukan sinyal radio yang redup, yaitu FRB 20200317A, setelah melakukan analisis terhadap data survei FAST dalam jumlah yang besar, dan melaporkan penemuan tersebut pada akhir September kepada komunitas astronomi internasional melalui Astronomer's Telegram.Beberapa outlet media nasional memublikasikan ulang berita tersebut pekan ini, menyoroti bahwa para penemunya berasal dari sebuah laboratorium utama setempat untuk ilmu informasi dan komputasi di bawah Guizhou Normal University. Penemuan sebelumnya terutama dilakukan oleh National Astronomical Observatories, operator fasilitas ilmu pengetahuan berskala besar tersebut.FAST merupakan teleskop radio dengan piringan tunggal terbesar di dunia, dengan area penerimaan yang ukurannya setara 30 lapangan sepak bola standar. Terletak di daerah dengan depresi karst yang dalam dan melingkar secara alami, teleskop ini mulai beroperasi secara resmi pada 11 Januari 2020.Sejak saat itu, FAST telah memulai pendeteksian FRB dan merekam empat FRB pertama yang tidak berulang pada 2020.Menurut para ilmuwan, lebih banyak penemuan FRB dapat memberikan wawasan tentang berbagai masalah astrofisika.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies ikan baru ditemukan di China Timur
Indonesia
•
14 Feb 2025

Studi: Polutan merkuri capai bagian terdalam lautan
Indonesia
•
17 Dec 2021

Kondisi iklim purba beri petunjuk tentang perubahan pola musim hujan Asia Selatan di masa depan
Indonesia
•
19 May 2025

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026


Berita Terbaru

Teknologi AI baru bikin prakiraan badai debu lebih akurat dan 100 kali lebih cepat
Indonesia
•
06 Jun 2026

Feature – Jutaan siswa China kini belajar dengan AI, tetapi tetap pilih percaya pada guru
Indonesia
•
06 Jun 2026

Gelombang laut bisa tempuh perjalanan 14.000 km tanpa henti, ilmuwan akhirnya berhasil melacaknya
Indonesia
•
06 Jun 2026

Galaksi Andromeda ternyata tumbuh dengan menelan galaksi lain, ini buktinya
Indonesia
•
06 Jun 2026
