
Penelitian ungkap sampel Bulan Chang'e-6 punya ‘karakteristik unik’

Tim peneliti bersiap menimbang berat sampel Bulan dari misi Chang'e-6 dalam sebuah upacara pembukaan kapsul pembawa pulang (returner) di Akademi Teknologi Antariksa China (China Academy of Space Technology/CAST), yang berada di bawah naungan China Aerospace Science and Technology Corporation, di Beijing, ibu kota China, pada 26 Juni 2024. (Xinhua/Jin Liwang)
Sampel tanah dari misi Chang'e-6 memiliki densitas yang lebih rendah dibandingkan sampel-sampel sebelumnya, mengindikasikan komposisi yang lebih berpori dan berstruktur lebih renggang.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China pada Selasa (17/9) memublikasikan makalah penelitian pertama mengenai sampel Bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang'e-6, mengatakan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan "karakteristik yang unik" dibandingkan dengan sampel Bulan yang didapat sebelumnya.Penelitian tersebut dilaksanakan bersama oleh anggota Observatorium Astronomi Nasional di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories under the Chinese Academy of Sciences/NAOC), Pusat Eksplorasi Bulan dan Teknik Luar Angkasa (Lunar Exploration and Space Engineering Center), dan Institut Teknik Sistem Pesawat Luar Angkasa (Institute of Spacecraft System Engineering/ISSE) Beijing. Makalah penelitian itu dirilis di jurnal National Science Review pada hari perayaan tradisional Festival Pertengahan Musim Gugur.Tim itu menemukan bahwa sampel tanah dari misi Chang'e-6 memiliki densitas yang lebih rendah dibandingkan sampel-sampel sebelumnya, mengindikasikan komposisi yang lebih berpori dan berstruktur lebih renggang. Kandungan plagioklas dari sampel Chang'e-6 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan sampel Chang'e-5, sementara kandungan olivinnya jauh lebih rendah.Penelitian ini juga mengungkap bahwa sampel fragmen batuan dari misi Chang'e-6 sebagian besar terdiri dari basal, breksia, aglutinat, kaca, dan leukokratik.Analisis geokimia dari sampel Bulan Chang'e-6 menunjukkan konsentrasi elemen-elemen jejak seperti torium, uranium, dan potasium sangat berbeda dari sampel yang diambil dalam misi Apollo dan misi Chang'e-5.Wahana Chang'e-6 diluncurkan dari China pada 3 Mei 2024. Pada 25 Juni, kapsul pembawa pulang wahana tersebut mendarat di China utara, membawa pulang 1.935,3 gram sampel dari sisi jauh Bulan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

AS luncurkan misi baru yang libatkan ‘spacewalk’ komersial pertama
Indonesia
•
12 Sep 2024

Benih zaitun dari stasiun luar angkasa China bertunas di Bumi
Indonesia
•
20 Nov 2024

Sawah berusia lebih dari 5.300 tahun ditemukan di Zhejiang, China timur
Indonesia
•
10 Dec 2023

Studi sebut pola angin jadi penyebab utama pemutihan karang di Great Barrier Reef, Australia
Indonesia
•
23 Oct 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
