Ribuan warga Kebumen hadiri Festival IWAKK Walet Emas di TMII

Warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dari Jabodetabek menghadiri Festival Walet Emas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Ahad (26/4/26) sebagai ajang halal bihalal dan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Diaspora Kebumen menemukan aneka kesenian, produk UMKM dan kuliner khas dari Kabupaten tersebut. (Foto: Istimewa)

Festival Walet Emas pada Ahad (26/4) dilaksanakan sebagai ajang temu kangen diaspora Kebumen yang sebagian besar sudah belasan tahun merantau di Jakarta dan sekitarnya.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Ribuan warga asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memenuhi halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Ahad (26/4).

Dalam keterangannya yang diterima oleh Indonesia Window, Ikatan Warga Asal Kabupaten (IWAKK) Walet Emas menyelenggarakan acara tahunan Festival Walet Emas yang sekaligus sebagai ajang halal bihalal diaspora Kebumen khususnya di daerah Jabodetabek dan sekitarnya.

Ketua Panitia, Karin Astuti mengatakan bahwa tema festival kali ini adalah Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju, bertepatan juga dengan rangkaian peringatan Hari Kartini.

Acara dimeriahkan oleh aneka kesenian khas Kebumen seperti Ebleg (kuda lumping khas Kebumen). Para pengunjung menemukan produk UMKM dan kuliner khas Kebumen seperti sate ambal (sate ayam dengan bumbu campuran kacang dan tempe), tempe gembus, lanting dan mendoan.

Kesenian khas Betawi Ondel-Ondel turut memeriahkan festival pada saat iring-iringan para tokoh Kebumen menuju panggung utama untuk membuka acara. Hal tersebut menunjukkan penghargaan dan keterbukaan warga Betawi pada kaum pendatang.

Festival tersebut juga sekaligus sebagai ajang temu kangen diaspora Kebumen yang sebagian besar sudah belasan tahun merantau di Jakarta dan sekitarnya.

Diperkirakan terdapat sekitar 200 ribu warga asal Kebumen yang saat ini menetap di wilayah Jabodetabek. Banyak terdengar cerita-cerita menarik. Ada yang ketemu teman dan saudara sekampung yang sudah belasan tahun tidak berjumpa.

Di sana-sini terdengar logat Kebumen yang khas (ngapag) diiringi tawa sambil makan jajanan khas Kebumen yang susah ditemukan di Jakarta seperti tempe gembus.

Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh penting seperti Wamen Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, mantan Duta Besar RI untuk Rusia/Belarusia dan Uni Emirat Arab M. Wahid Supriyadi dan Bupati Lilis Nuryani.

Hadir juga pada kesempatan tersebut Walikota Jakarta Timur Munjirin, anggota DPR RI asal Kebumen Darori Wonodipuro, anggota DPRD DKI yang juga asal Kebumen Dadiyono serta komedian Aliansyah Bustami yang menjabat sebagai anggota DPD RI dan yang lebih dikenal dengan Komeng.

Saat mendampingi para tokoh Kebumen untuk menggunting pita, Komeng dengan senyum khasnya menjadi bahan candaan warga Kebumen.

Banyak yang mengira dia berasal dari Kebumen. Dia sadar banyak pemilihnya berasal dari Kebumen.

“Saya merasa saat ini tidak berada di Jakarta, suasananya seperti di kampung sendiri, bau makanannya, logat khasnya sampai senyumnya benar-benar khas Kebumen,” kata Bupati Kebumen yang khusus datang dengan membawa perangkat aparat Pemdanya.

Walikota Jakarta Timur mengatakan bahwa wilayahnya sangat terbuka untuk warga asal Kebumen yang dikenal sebagai pekerja keras, rendah hati dan tidak pernah membuat keributan.

Wamen Pertahanan Donny Erawan Taufano mengingatkan warga Kebumen untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan.

 Sementara Ketua IWAKK WE Ibnu Darmawan mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki sekitar 70 komunitas dengan filosofi Walet Emas, yaitu ‘wani lan ulet, eling marang asale’ (berani dan ulet, ingat akan asalnya).

Acara makin meriah dengan diundinya hadiah lawang yang terdiri atas empat sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung dan barang-barang lain kebutuhan rumah tangga.

Langit semakin gelap berangsur-angsur warga Kebumen membubarkan diri dengan menbawa kenangan dan kesan masing-masing.

IWAKK WE juga sedang merencanakan untuk menyelenggarakan Kebumen Travel Mart pada 27-29 April bekerjasama dengan Konsorsium Travel Agent.

Acara ini akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan pembinaan UMKM. Selama lebaran tahun ini Kabupaten Kebumen menduduki peringkat pertama yang banyak dikunjungi oleh wisatawan sebanyak 675.348 orang.

Angka tersebut berpotensi meningkat mengingat Kebumen memiliki banyak tujuan wisata unggulan seperti Pantai Manganti, Goa Jatijajar, Pantai Surumanis, sebuah destinasi baru yang masih terpelihara keasliannya.

Belum lagi dengan telah ditetapkannya Geopark Kebumen sebagai UNESCO GLOBAL GEOPARK pada 17 April 2025.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait