
Warga Tionghoa perantauan kembali ke China jalin persahabatan lewat kuliner Nusantara

Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2023 ini menunjukkan Du Tianjiang (84) dan istrinya Liang Huizhen (83) yang lahir di Provinsi Jawa Timur dan kembali ke China pada 1960-an sedang berfoto bersama di depan restoran yang dikelola mereka di Xinglong, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Guo Cheng)
Restoran Istana di Haikou, ibu kota Provinsi Hainan, menjadi terkenal di media sosial China berkat masakan khas Nusantara yang dihidangkannya, seperti soto ayam, gado-gado, dan kari ayam.
Haikou, China (Xinhua) – Ukiran kayu nan indah, alunan lagu tradisional Indonesia, dan semerbak aroma kari yang menggoda, nuansa Asia Tenggara yang kental langsung menyambut para pengunjung di restoran Indonesia ‘Istana’ di Kota Xinglong, Provinsi Hainan, China selatan.Pemilik restoran tersebut adalah Du Tianjiang (84) dan istrinya Liang Huizhen (83) yang lahir di Provinsi Jawa Timur dan kembali ke China pada 1960-an.Walau telah setengah abad meninggalkan Indonesia, pasangan itu tetap menjaga hubungan erat dengan para kerabat dan sahabat mereka di tempat kelahirannya dan tetap fasih berbahasa Indonesia.Restoran ini dibuka pada 2011 dan dengan cepat mendulang popularitas di kalangan komunitas warga Tionghoa perantauan yang kembali dari Asia Tenggara, sebuah tren yang dimulai pada 1950-an."Anak saya mendorong kami untuk membuka restoran khas Indonesia, karena dia memang suka makanan Indonesia yang saya masak sejak dia masih kecil," ujar Liang, yang menggambarkan restoran tersebut sebagai jembatan emosional antara dirinya dengan negara kepulauan di Asia Tenggara ini. Saudara perempuan Liang juga mengelola sebuah restoran dengan nama yang sama di Indonesia.Saus bumbu menjadi kunci dari masakan Indonesia. Untungnya, sebagian besar bahan saus bumbu, seperti kunyit, serai, dan daun salam, ditanam secara lokal di Xinglong dan dapat ditemukan di pasar-pasar kota ini, ujar Liang.
Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2023 ini menunjukkan Du Tianjiang (84), warga Tionghoa perantauan yang kembali ke China dari Indonesia sedang memperlihatkan sertifkat yang diperolehnya di restoran yang dia kelola bersama istrinya di Xinglong, Provinsi Hainan, China selatan. (Guo Cheng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tokoh media: Israel Terapkan politik apartheid
Indonesia
•
17 May 2022

Pembangunan smelter tembaga Freeport Indonesia di Gresik capai 34,9 persen
Indonesia
•
01 Aug 2022

BI-Bank Negara Malaysia sepakati pertukaran mata uang 1,91 miliar dolar AS
Indonesia
•
27 Sep 2019

Pemerintah luncurkan BUMN Pangan merek dagang ID FOOD
Indonesia
•
12 Jan 2022


Berita Terbaru

Menag RI apreasiasi pemerintah Saudi, tekankan peran lulusan LIPIA dalam dakwah Islam
Indonesia
•
28 Apr 2026

Korban tewas kecelakaan kereta di Bekasi naik jadi 14, Presiden Prabowo jenguk korban
Indonesia
•
28 Apr 2026

Indonesia berikan relaksasi tarif nol persen untuk impor elpiji dan plastik selama 6 bulan
Indonesia
•
28 Apr 2026

Kemnaker luncurkan ‘Talent and Innovation Hub’, perkuat kolaborasi talenta dan industri untuk ciptakan lapangan kerja
Indonesia
•
29 Apr 2026
