
Berbagai jenis rempah Indonesia curi perhatian di ajang CIIE ke-7

Foto yang diabadikan pada 7 November 2024 ini menunjukkan stan Papua Global Spices dalam ajang Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketujuh. (Xinhua)
Rempah-rempah lokal masih menjadi salah satu jenis komoditas terpopuler yang diekspor ke pasar internasional, dan industri terkait memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di area ekshibisi produk pertanian dan pangan dalam ajang Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketujuh, terlihat beragam rempah-rempah dari Indonesia, seperti lada berduri (lada murad atau pimenta), biji pala (nutmeg), dan bunga pala (mace), menarik banyak pengunjung.Di stan ekshibisi itu, berbagai rempah-rempah dengan teknik produksi yang berbeda dipamerkan. Banyak pengunjung mengambil berbagai produk untuk mencium aromanya dan menanyakan informasi lebih lanjut."Kami dari Papua, Indonesia. Daerah kami terkenal sebagai penghasil pala," kata Sofia Ekawati, seorang manajer di Papua Global Spices. Dia menyebutkan bahwa keluarganya telah lama berkecimpung dalam perdagangan bahan baku rempah-rempah, dan biji pala dapat digunakan dalam industri kuliner, farmasi, maupun kosmetik.Sofia mengeluarkan sebuah toples kaca yang berisi produk padat berwarna putih susu dan mencelupkan tangannya ke dalamnya, lalu mengoleskannya ke tangan para pengunjung. "Aromanya harum dan terasa lembut saat dioleskan di kulit. Ini adalah produk perawatan kulit yang terbuat dari biji pala," jelasnya.Menurut Sofia, dia membeli bahan baku dari para petani lokal dan mengolahnya sendiri di pabriknya. Berbeda dengan para pendahulunya, dia mulai berinovasi dalam proses produksi, yakni menggunakan prosedur mekanis untuk menciptakan produk yang lebih berkualitas, meski membutuhkan biaya yang lebih tinggi."Saya yakin kualitas produk yang diekspor dari Indonesia ke China saat ini levelnya rata-rata. Saya memiliki keyakinan yang besar terhadap pasar ini karena semakin tingginya tuntutan para konsumen China akan kualitas dan bersedia membayar untuk itu. Dan kami dapat menawarkan kualitas yang lebih tinggi," ujar wanita itu. Ini kali pertama dirinya berpartisipasi dalam CIIE, dan dia berharap dapat menemukan distributor China untuk lebih memperluas pasar China.Sebagai negara yang terkenal dengan berbagai macam rempah-rempah, sejarah penanaman dan perdagangan di Indonesia sudah sangat lama dan pernah dikuasai oleh para penjajah yang rakus akan rempah-rempah. Saat ini, rempah-rempah lokal masih menjadi salah satu jenis komoditas terpopuler yang diekspor ke pasar internasional, dan industri terkait memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

TCL China dan SEMP Brasil bidik kerja sama lebih erat
Indonesia
•
28 Feb 2023

Perusahaan pertanian dan pangan rugi 150 miliar dolar AS akibat perubahan iklim
Indonesia
•
20 Sep 2022

Xinjiang China sambut 4,7 juta kunjungan selama liburan Tahun Baru Imlek
Indonesia
•
29 Jan 2023

Laporan APEC serukan reformasi struktural dan pemulihan hijau
Indonesia
•
16 Nov 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
