Ramadan 1447 – Uni Emirat Arab hadiahkan 30 ton kurma untuk Indonesia

Duta Besar UEA untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem AlDhaheri (kiri), menyerahkan satu paket kurma kepada Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Bukan Pajak, Mochammad Agus Rofiudin, di Masjid Al Amin, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)

Pemerintah UEA memberikan 30 ton kurma kepada pemerintah Indonesia, yang disebut sebagai hadiah dari Muslim kepada saudara Muslim mereka.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui kedutaan besarnya di Jakarta telah menyerahkan paket kurma seberat 30 ton kepada pemerintah Republik Indonesia.

Paket kurma tersebut diserahkan secara simbolik oleh Duta Besar UEA untuk Indonesia dan ASEAN, Abdulla Salem AlDhaheri, kepada Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Bukan Pajak, Mochammad Agus Rofiudin, di Masjid Al Amin, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, di Jakarta, Senin.

Dalam sambutannya, pejabat Kemenkeu itu menyampaikan bahwa Ramadan merupakan “madrasah ruhani” bagi seluruh insan Kementerian Keuangan.

"Momentum ini menjadi sarana untuk meneguhkan nilai-nilai integritas, kejujuran, serta memperkuat kesabaran dan empati, khususnya dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," ujar Mochammad Agus, yang juga merupakan Ketua Umum Masjid Al Amin.

Dia juga menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat dalam setiap kebijakan fiskal yang diambil.

Menurutnya, semangat Ramadan harus tercermin dalam komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pemberian kurma ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan UEA.

Lebih lanjut Mochamad Agus mengatakan, Kemenkeu RI berharap kerja sama kedua negara terus meningkat, terutama pada bidang-bidang yang secara langsung menyentuh masyarakat, seperti pendidikan, filantropi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga kolaborasi ini menghasilkan kemaslahatan dan semakin memperkuat nilai-nilai kebaikan yang menjadi fondasi hubungan kedua negara,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya pada acara tersebut, Dubes UEA untuk Indonesia menyatakan bahwa 30 ton kurma yang diberikan kepada pemerintah RI itu merupakan hadiah dari Muslim kepada saudara Muslim mereka.

“Kami datang membawa hadiah. Saling memberi hadiah akan menumbuhkan rasa mencintai di antara kita,” ujarnya, mengutip hadits Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wassalam.

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (Hadits riwayat Al-Bukhari, no. 594).

Dubes Salem AlDhaheri juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan Indonesia.

Selama enam tahun bertugas di Tanah Air, dia mengaku tidak pernah merasa asing. “Saya tinggal di Indonesia seperti bersama keluarga sendiri,” katanya.

Tahun ini menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA. Menurutnya, hubungan kedua negara telah terjalin sangat kuat dan akan terus berkembang di masa mendatang, baik di bidang ekonomi maupun keagamaan.

Dubes Salem AlDhaheri menegaskan bahwa berbagai capaian UEA saat ini merupakan perwujudan dari visi pendiri bangsa, Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan.

UEA, lanjutnya, kini menjadi salah satu negara dengan produk domestik bruto (PDB) tertinggi di dunia.

Dalam kerja sama dengan Indonesia, UEA telah terlibat dalam berbagai proyek strategis.

Di bidang keagamaan, UEA mendukung pendirian Masjid Syekh Zayed di Solo, Jawa Tengah, serta menjalin kerja sama pendidikan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu dan memberdayakan masyarakat Indonesia.

Di bidang lingkungan, UEA turut bekerja sama dalam riset dan pengembangan mangrove di Bali serta mendukung upaya pelestarian hutan bakau di Indonesia.

Sementara itu, di sektor pengembangan sumber daya manusia, UEA mendorong peningkatan kapasitas generasi muda Indonesia melalui program pengembangan talenta digital, termasuk target 10 juta talenta berbasis teknologi.

Program-program tersebut disalurkan melalui Kementerian Agama RI, mencakup pelatihan bagi pendidik dan siswa, serta penguatan materi Bahasa Inggris.

Dubes UEA berharap berbagai inisiatif tersebut dapat membantu generasi muda Indonesia memperoleh keterampilan yang relevan dan meningkatkan peluang kerja di masa depan, sekaligus mempererat kemitraan strategis kedua negara.

Hadiah 30 ton kurma tersebut akan didistribusikan melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI, yang akan diteruskan ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk para penerima manfaat di luar Jakarta.

Selain itu, sebagian kurma juga akan dibagikan ke masjid-masjid di sekitar lingkungan Kemenkeu RI untuk dimanfaatkan sebagai hidangan berbuka puasa (iftar).

Jumlah kurma bisa ditambahkan oleh pemerintah UEA jika ada permintaan dari Indonesia, kata Dubes Salem AlDhaheri.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait