
Raksasa agrobisnis Bayer optimistis dengan industri benih China

Foto yang diabadikan pada 17 Maret 2024 ini menunjukkan Kongres Benih China (Nanfan Agricultural Silicon Valley) 2024 di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua)
Raksasa agrobisnis Jerman, Bayer, memiliki keyakinan terhadap industri benih China dan bersedia berpartisipasi dalam pengembangan bioteknologi China, setelah dorongan revitalisasi mempercepat pengembangan pasar tersebut.
Sanya, China (Xinhua) – Raksasa agrobisnis Jerman, Bayer, memiliki keyakinan terhadap industri benih China dan bersedia berpartisipasi dalam pengembangan bioteknologi China, setelah dorongan revitalisasi mempercepat pengembangan pasar tersebut, demikian disampaikan seorang eksekutif Bayer."Industri benih China menunjukkan banyak aspek positif baru, baik dalam rancangan kebijakan, maupun pengembangan pasar," ujar Terry Chen, Manajer Umum China Seed International Seed, perusahaan patungan antara Bayer dan China National Seed Group.Kongres Benih China (Nanfan Agricultural Silicon Valley) 2024 ditutup pada Rabu (20/3) di Kota Sanya, Provinsi Hainan, China selatan. Kongres tersebut menarik banyak perusahaan industri dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah varietas, teknologi, dan peralatan baru pun diluncurkan di ajang tersebut.China adalah pasar yang sangat besar dan industri benihnya masih terus berkembang, kata Christy Hu, direktur urusan regulasi benih dan karakteristik di Bayer Crop Science China, dalam kongres tersebut.Banyak perusahaan China sudah memiliki kemampuan penelitian dan pengembangan (litbang) yang hebat serta daya saing yang kuat, dan ada banyak ruang untuk kerja sama bagi Bayer, lanjut Hu."Kemajuan hanya dapat dicapai dengan kompetisi dan kerja sama, dan peningkatan daya saing industri benih secara keseluruhan merupakan hal yang sangat baik untuk pengembangan industri benih China," imbuh Hu."Bayer berharap dapat menyediakan sumber daya global yang lebih banyak dan lebih baik bagi China," tutur Hu. "Untuk revitalisasi industri benih China, pengenalan sumber daya plasma nutfah asing, teknologi, dan pelatihan talenta dalam industri benih merupakan hal yang saling menguntungkan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China berencana ciptakan ‘ginjal digital’
Indonesia
•
15 Mar 2025

Jepang pertimbangkan perpanjangan operasi PLTN berusia 60 tahun saat kekurangan bahan bakar
Indonesia
•
29 Nov 2022

Yunnan di China gunakan ‘drone’ untuk inspeksi saluran listrik
Indonesia
•
24 Nov 2022

Terobosan degradasi protein presisi buka jalan baru pengobatan modern
Indonesia
•
19 Jan 2026


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
