
Puluhan ribu orang mengungsi akibat serangan militer Israel di Gaza City

Warga Palestina yang melarikan diri ke bagian selatan Jalur Gaza terlihat di sebuah jalan di Gaza City pada 22 Agustus 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Puluhan ribu orang mengungsi di Gaza sejak 14 Agustus, ketika Israel mengumumkan serangan militernya ke Gaza City.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Puluhan ribu orang mengungsi di Gaza sejak 14 Agustus, ketika Israel mengumumkan serangan militernya ke Gaza City, menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (26/8).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mencatat ada lebih dari 36.200 orang yang mengungsi pada 14 hingga 25 Agustus, termasuk lebih dari 11.600 orang yang mengungsi dari bagian utara ke selatan Jalur Gaza. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.000 di antaranya tercatat hanya dalam dua hari dari Ahad (24/8) hingga Senin (25/8).OCHA mengatakan mayoritas pengungsi berasal dari permukiman-permukiman di Gaza City, dengan lebih dari dua pertiga warga mengungsi ke Deir al-Balah dan hampir sepertiganya pergi ke Khan Younis.Menurut kantor tersebut, otoritas kesehatan Gaza melaporkan tiga orang lainnya meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan kelaparan dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian serupa yang dilaporkan menjadi 303 orang, termasuk 117 anak-anak.Sejumlah rumah sakit di Gaza memperingatkan kekurangan stok darah yang parah, dengan kebutuhan harian saat ini telah mencapai lebih dari 350 kantung darah. Banyaknya orang yang mengalami luka parah akibat konflik membuat semakin banyak darah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa. Namun, tingkat donor darah masyarakat anjlok akibat kelaparan dan malnutrisi, kata OCHA.Kantor tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa hambatan yang diberlakukan oleh otoritas Israel terhadap pergerakan bantuan ke dan di dalam Jalur Gaza terus berlanjut, menghambat pengiriman bantuan penyelamat nyawa oleh PBB dan mitra-mitranya.OCHA menyebut bahwa enam dari 12 misi pengiriman bantuan yang direncanakan dan membutuhkan koordinasi dengan otoritas Israel telah difasilitasi pada Senin. Tiga misi lainnya untuk mengambil kargo dari perlintasan perbatasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem serta Zikim terhambat dan hanya sebagian selesai, sementara dua misi lainnya terpaksa dibatalkan oleh penyelenggara. Otoritas Israel menolak satu misi untuk melakukan perbaikan jalan.Badan kemanusiaan tersebut mengatakan bahwa dengan bencana kelaparan yang telah terkonfirmasi di Kegubernuran Gaza, konsekuensi kemanusiaan dari perang, pengungsian, dan hambatan terhadap pengiriman bantuan menjadi semakin buruk."Ada kebutuhan yang mendesak untuk gencatan senjata segera dan penuh, akses kemanusiaan yang bebas hambatan di seluruh Jalur Gaza demi mengakhiri penderitaan warga sipil," kata OCHA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sambaran petir tewaskan 40 orang di Kamboja dalam 9 bulan pertama 2025
Indonesia
•
03 Oct 2025

PBB alokasikan 28,6 juta dolar AS untuk bantuan kemanusiaan di Somalia
Indonesia
•
23 Aug 2024

COVID-19 – China desak transisi respons pandemik jelang liburan
Indonesia
•
27 Dec 2022

Delhi catat rekor hari terpanas pada musim ini, sentuh 47,4 derajat Celsius
Indonesia
•
19 May 2024


Berita Terbaru

Sekolah di seberang sungai, 7 ‘bus sekolah air’ gratis antar ratusan murid setiap hari
Indonesia
•
03 Sep 2026

2.000 tahun hubungan China-Mesir: Dari Jalur Sutra hingga penggalian arkeologi bersama
Indonesia
•
03 Sep 2026

40.000 warga sipil tewas, 77.000 terluka dalam konflik Afghanistan selama 12 tahun
Indonesia
•
03 Sep 2026

Dari Mobile Legends ke China: 50 tim bertarung di Konsul Jenderal China Cup Jatim 2026
Indonesia
•
02 Sep 2026
