
Putin dan Lukashenko janji akan perkuat integrasi Rusia-Belarus

Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko sebelum pertemuan Dewan Negara Tertinggi Negara Serikat Rusia dan Belarus di Kremlin pada 6 April 2023. (Foto Kremlin)
Proses integrasi Rusia-Belarus diawali dengan penandatanganan Perjanjian Pembentukan Komunitas Belarus dan Rusia yang diteken pada 1996.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Kamis (6/4) berjanji untuk memajukan proses integrasi antara kedua negara.Kedua pemimpin tersebut menyampaikan pernyataan itu saat bersama-sama memimpin pertemuan Dewan Negara Tertinggi Negara Serikat Rusia dan Belarus di Kremlin.Dalam pertemuan itu, Putin menyatakan bahwa "pencapaian signifikan" telah diraih dalam integrasi 28 sektor prioritas yang disetujui pada pertemuan Dewan Negara Tertinggi sebelumnya pada 2021 lalu."Hingga saat ini, baik pemerintah maupun badan-badan terkait telah merampungkan 74 persen kegiatan yang direncanakan di bawah program-program prioritas tersebut dan upaya ini membuahkan hasil yang nyata. Kami akan terus melanjutkannya tanpa mengurangi laju," ujar Putin.Rusia dan Belarus akan terus menciptakan pasar minyak dan gas terpadu, sementara persetujuan perihal pembentukan pasar listrik tunggal sedang dipersiapkan, imbuh Putin.Selain itu, Moskow dan Minsk akan terus membangun kerja sama pertahanan dan keamanan, yang memenuhi kepentingan dasar kedua negara mengingat kompleksnya situasi internasional, tutur presiden Rusia tersebut dalam pertemuan itu.Lukashenko menekankan pentingnya menerapkan secara penuh Perjanjian Pembentukan Komunitas Belarus dan Rusia yang diteken pada 1996. Perjanjian itu merupakan dokumen fundamental yang mengawali proses integrasi kedua negara tetangga tersebut.Dalam 27 tahun terakhir sejak penandatanganan dokumen itu, volume perdagangan Belarus-Rusia telah meningkat lebih dari 4,5 kali lipat, ujar Lukashenko, seraya menambahkan bahwa kerja sama industri telah menghasilkan kemitraan antara lebih dari 8.000 perusahaan Belarus dan Rusia, serta menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan.Di bidang pertahanan, Lukashenko menyampaikan bahwa setiap langkah yang diambil untuk memperkuat keamanan perbatasan memungkinkan perlindungan yang efektif bagi Negara Serikat dari terorisme internasional, arus migrasi yang tidak terkendali, penyelundupan senjata dan amunisi, perdagangan obat-obatan terlarang, serta aktivitas ekonomi ilegal.Usai pertemuan itu, kedua belah pihak menandatangani tujuh dokumen dalam upaya untuk semakin memperdalam proses integrasi Rusia-Belarus.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bulgaria akan hentikan izin penempatan pesawat militer AS di Sofia pada akhir Juni
Indonesia
•
30 May 2026

Israel blokir bantuan kemanusiaan ke Gaza seiring mandeknya perundingan gencatan senjata
Indonesia
•
04 Mar 2025

Garda Revolusi Islam Iran nyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei
Indonesia
•
09 Mar 2026

Rentetan serangan mengerikan guncang Provinsi Balochistan di Pakistan, 73 orang tewas
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
