
China dan Indonesia kerja sama bina tenaga terampil di bidang teknologi metalurgi canggih

Sejumlah peneliti bekerja di Laboratorium Penelitian Gabungan China-Indonesia untuk Material Energi Baru dan Teknologi Teknik Metalurgi (China-Indonesia Joint Research Laboratory for New Energy Materials and Metallurgical Engineering Technology) di Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada 27 Agustus 2024. Laboratorium yang diresmikan pada Rabu (28/8) ini didirikan bersama oleh Central South University China, GEM Co., Ltd., yang merupakan perusahaan ramah lingkungan...
Program pendidikan S2 jurusan metalurgi di China berencana membina 100 orang doktor teknik, 1.000 orang insinyur, dan 10.000 pekerja unggul di bidang material energi baru dan metalurgi ramah lingkungan untuk Indonesia dalam enam tahun dan membantu memperkuat cadangan tenaga teknik di Tanah Air.
Jakarta/Beijing (Xinhua/Indonesia Window) – Shanty Nababan adalah seorang insinyur muda yang bekerja di Kawasan Industri Morowali di Provinsi Sulawesi Tengah. Dirinya rela datang pagi-pagi ke laboratorium milik PT. QMB New Energy Materials demi melakukan sejumlah pemeriksaan rutin guna menjamin kelancaran operasi lini produksi industri metalurgi perusahaan itu.Shanty adalah lulusan dari program beasiswa pendidikan S2 jurusan metalurgi yang diselenggarakan dengan pendanaan bersama antara pemerintah Republik Indonesia, GEM CO., Ltd. asal China, dan Central South University di Provinsi Hunan, China tengah, pada 2022. Sejak lulus, Shanty sudah bekerja sebagai salah satu dari batch pertama insinyur teknisi di Indonesia yang mampu mengoperasikan sejumlah peralatan pemeriksaan dan analisis mutakhir di bidang metalurgi.Menurut Shanty, kurikulum tingkat tinggi di China dan pengalaman magang sebelumnya di perusahaan yang didanai China menjadi faktor penting bagi dirinya untuk menjadi insinyur andal. Sama seperti Shanty, sekitar 20 orang teman sekelasnya kini juga sudah bekerja di beberapa perusahaan raksasa atau departemen pemerintah Indonesia dan menjadi tenaga pionir bagi strategi pembangunan energi baru dan elektrifikasi serta bidang pengembangan pertambangan tingkat tinggi di Indonesia.Saat ini, program yang diikuti Shanty itu sudah membuka kelas angkatan keempat dengan hampir 100 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di jurusan metalurgi mutakhir hingga lalu lintas kereta dan perdagangan internasional.Evan Kristiyanto masih ingat kegembiraannya saat diterima untuk studi di program pendidikan tersebut pada 2019 lalu. "Saat itu, saya baru lulus dari Universitas Hasanuddin dan jurusan saya adalah teknik mesin yang berfokus pada metalurgi. Lamaran saya ke China berhasil diterima, dan itu menjadi hal yang amat membanggakan bagi saya dan keluarga saya," ujar Evan.Xu Kaihua, Ketua Dewan GEM Prof. Xu Kaihua menyatakan bahwa Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya nikel tetapi masih kekurangan tenaga yang menguasai teknis metalurgi dan pengilangan mutakhir. Keahlian ini sangat dibutuhkan untuk mengolah laterit dengan kandungan nikel relatif rendah."Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuka sistem pendidikan di China dan bekerja sama dengan pihak-pihak lain untuk memberi pendidikan kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia dan mewujudkan lokalisasi teknologi," kata Xu.Di Morowali, Ewan sudah mahir mengoperasikan mesin reaktor metalurgi yang cukup rumit. Dia mengatakan bahwa teknologi hidrometalurgi HPAL (High Pressure Acid Leaching) mutakhir asal China secara signifikan telah meningkatkan daya pengolahan pertambangan nikel di Indonesia.Ribuan kilometer dari Morowali, Ellin Victoria sedang mengerjakan skripsinya di sebuah pusat pengembangan milik GEM di Kota Jingmen, Provinsi Hubei. Ellin mengatakan bahwa teknologi metalurgi di China merupakan salah satu yang terdepan di dunia, dan dirinya berharap dapat menggunakan pengetahuannya di Indonesia setelah lulus, serta berkontribusi untuk pembangunan ekonomi Tanah Air.Wakil Presiden Central South University Guo Xueyi mengatakan bahwa kampusnya akan bekerja sama erat dengan pihak-pihak lainnya dan membangun program S2 metalurgi untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa Indonesia dan menjadikan mereka lebih unggul, serta mendorong hubungan kedua bangsa ke level yang lebih tinggi.Mantan menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya memuji kerja sama mekanisme yang mengintegrasikan produksi, pendidikan, dan penelitian ini dan berterima kasih kepada pihak China yang membantu membina tenaga terampil Indonesia di bidang metalurgi. Luhut mengatakan bahwa tenaga-tenaga itu nantinya akan memainkan peran penting dalam pengembangan industri material energi baru di Indonesia.Laboratorium penelitian gabungan China-Indonesia untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi diluncurkan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus lalu di Bandung. Menurut Guo, laboratorium tersebut akan menjadi platform penting bagi pembinaan tenaga terampil di bidang pengembangan pertambangan dan teknologi ramah lingkungan di masa mendatang.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan Shanty Nababan (kanan), seorang insinyur muda yang bekerja di Kawasan Industri Morowali di Provinsi Sulawesi Tengah, sedang memeriksa hasil analisis peralatan bersama rekannya. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UNRWA hadapi tekanan besar di tengah seruan pembubaran dan pembekuan pendanaan
Indonesia
•
25 Feb 2024

Baznas targetkan pengumpulan zakat nasional 2022 capai 26 triliun rupiah
Indonesia
•
05 Jan 2022

COVID-19 – Pemeriksaan di Arab Saudi mencapai 70 ribu orang per hari
Indonesia
•
22 Aug 2020

Jumlah korban jiwa akibat gempa di China barat laut bertambah jadi 111
Indonesia
•
19 Dec 2023


Berita Terbaru

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026
