
Feature – Jelang Tahun Baru Imlek, jajanan khas Indonesia dulang lonjakan popularitas di China

Kudapan khas Indonesia terlihat di sebuah kedai di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 5 Februari 2024. (Xinhua/Zhao Huan)
Popularitas kuliner khas Indonesia di China semakin meningkat, yang menunjukkan semakin eratnya pemahaman dan pertukaran budaya antara kedua negara.
Nanning, China (Xinhua) – Jajanan Indonesia semakin mendulang popularitas di China dan pesanan terhadap hidangan manis ini, baik secara daring maupun luring, mulai melonjak seiring dengan semakin dekatnya Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek. Jajanan itu tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga mempererat hubungan antara China dan Indonesia.Antrean para pelanggan yang antusias memadati sebuah toko makanan ringan khas Indonesia di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. Meski di luar sedang turun hujan mereka mengantre untuk mendapatkan ‘kue berbentuk kura-kura’ yang baru saja dipanggang, yang melambangkan harapan akan kesehatan dan umur panjang.Toko yang terletak di lingkungan populer di kalangan warga Tionghoa Indonesia yang kembali ke China itu dimiliki oleh Wei Zhaoxia, yang juga merupakan warga Tionghoa Indonesia. Berbagai macam hidangan khas Indonesia tersedia di toko ini, termasuk kue lapis legit (nine-layer cake), pangsit ketan, kue semprong (coconut rolls), dan kue sagu.Dia menamai tokonya dengan nama belakang sang ibu. "Saya mewarisi keahlian memasak dari ibu saya," ungkap Wei. "Di perkebunan milik warga Tionghoa perantauan, makanan ringan Indonesia adalah makanan khas rumah tangga."Beberapa tahun belakangan ini, popularitas kuliner khas Indonesia di China semakin meningkat, yang menunjukkan semakin eratnya pemahaman dan pertukaran budaya antara kedua negara. Toko Wei selalu ramai dikunjungi para pelanggan, dan sering kali mereka pulang dengan membawa tas yang penuh dengan berbagai macam makanan. Seorang pelanggan tetapnya, Li Junyang, datang bersama teman-temannya untuk berbelanja. "Menjelang Festival Musim Semi, kue-kue ini memiliki dua fungsi, yaitu untuk dinikmati sendiri dan sebagai hadiah," ujarnya kepada Xinhua.
Jajanan khas Indonesia terlihat di sebuah kedai di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 5 Februari 2024. (Xinhua/Zhao Huan)
Colin Cai, seorang wirausahawan warga Tionghoa Indonesia yang kembali ke China, mempromosikan kue khas Indonesia buatannya kepada seorang pelanggan di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 5 Februari 2024. Popularitas kuliner khas Indonesia semakin meningkat di negeri panda tersebut. (Xinhua/Zhao Huan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Bayi panda raksasa Rio lambang harapan dan ketangguhan
Indonesia
•
08 Dec 2025

COVID-19 – Indonesia-UEA kerja sama teknologi deteksi penularan virus
Indonesia
•
23 Aug 2020

Indonesia, Inggris bahas perluas kerja sama pendidikan di Bogor
Indonesia
•
31 May 2025

Indonesia ajak Polandia dorong kolaborasi sektor-sektor unggulan
Indonesia
•
24 May 2023


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
