Sekjen PBB sebut polusi udara sebagai keadaan "darurat global"

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2023 ini menunjukkan pemandangan kota Jakarta yang diselimuti kabut asap. (Xinhua/Yorri Farli)
Polusi udara telah menyebabkan kematian 7 juta orang sebelum waktunya, saat 99 persen umat manusia menghirup udara yang mengandung jelaga, belerang, dan bahan kimia beracun lainnya, dengan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah menderita paparan tertinggi.
PBB (Xinhua) – Polusi udara merupakan keadaan darurat global, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (7/9), seraya mendesak komunitas internasional untuk bertindak bersama demi udara yang bersih.Seruan tersebut disampaikan Guterres dalam pesannya untuk memperingati Hari Udara Bersih Internasional untuk Langit Biru, yang diperingati pada 7 September setiap tahunnya.Dia menyebut bahwa 99 persen umat manusia menghirup udara yang mengandung jelaga, belerang, dan bahan kimia beracun lainnya, dengan negara-negara berpendapatan rendah dan menengah menderita paparan tertinggi.Setiap tahun, 7 juta orang meninggal sebelum waktunya akibat polusi udara, dan polusi udara terkait erat dengan pemanasan global, imbuhnya.Lebih lanjut dikatakan Guterres bahwa polusi udara tidak mengenal perbatasan negara, dan dapat meluas hingga ribuan kilometer, menyebarkan berbagai jenis kontaminan melalui angin."Masalah global memerlukan solusi global. Kita harus bertindak bersama demi udara yang bersih," tuturnya.Sekjen PBB tersebut menggarisbawahi perlunya mempercepat "transisi yang adil dan merata" dari bahan bakar fosil, khususnya batu bara, menuju energi terbarukan yang bersih."Kita juga harus mendukung transisi menuju proses memasak ramah lingkungan dan kendaraan listrik," ujarnya. "Kita harus mendorong berjalan kaki dan bersepeda di kota-kota, dan menerapkan sistem yang dapat menjadikan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab sebagai kebiasaan. Dan kita harus bertindak berdasarkan janji untuk mengurangi emisi metana."Majelis Umum PBB pada Desember 2019 menetapkan tanggal 7 September sebagai Hari Udara Bersih Internasional untuk Langit Biru, yang menggarisbawahi pentingnya udara bersih bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari semua masyarakat.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kisah: Mampir di kedai kopi unik Asiang Pontianak
Indonesia
•
12 Sep 2022

COVID-19 – Hanya 4 persen warga AS telah disuntik ‘booster’
Indonesia
•
11 Oct 2022

Banjir tewaskan sekitar 270 orang, puluhan ribu warga mengungsi di kawasan Tanduk Afrika
Indonesia
•
02 Dec 2023

Kisah – Kurir di Hunan China antar makanan secara sukarela untuk lansia sebatang kara
Indonesia
•
26 Dec 2022
Berita Terbaru

Pumpunan – Hari ke-2 Olimpiade Musim Dingin 2026: Kecelakaan Lindsey Vonn, Sander Eitrem pecahkan rekor seluncur cepat Olimpiade
Indonesia
•
09 Feb 2026

Feature – Atlet seluncur cepat China beri penghormatan kepada kakek saat debut di Olimpiade Musim Dingin
Indonesia
•
09 Feb 2026

Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina dibuka dengan upacara di sejumlah ‘venue’, soroti harmoni
Indonesia
•
08 Feb 2026

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina tampilkan budaya Italia
Indonesia
•
08 Feb 2026
