
PM Norwegia makin ragu hubungan negaranya dengan AS

Foto yang diabadikan pada 8 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan di dekat Nuuk, Greenland, wilayah otonom Denmark. (Xinhua/Li Ying)
Perkembangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump saat ini menciptakan ketidakpastian besar dan lingkungan yang sangat sulit bagi Norwegia.
Oslo, Norwegia (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Norwegia Jonas Gahr Store pada Kamis (12/2) memperingatkan bahwa perkembangan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Trump saat ini menciptakan "ketidakpastian besar" dan lingkungan yang "sangat sulit" bagi Norwegia.
Dalam pidato kebijakan keamanan di hadapan parlemen Norwegia, Storting, Store menyoroti perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri dan perdagangan AS, menyebut "ketidakpastian" telah menjadi ciri khas pemerintahan AS saat ini.
Menjelang keberangkatannya ke Konferensi Keamanan Munich, dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas hal yang dia sebut seringnya "serangan retorika" terhadap Eropa yang berasal dari pandangan dunia "gerakan MAGA". Dia secara khusus mengutip pernyataan Presiden AS Donald Trump kepada sekutu-sekutu Eropa, termasuk klaimnya bahwa "negara-negara Anda (Eropa) akan menuju kehancuran", sebagai bukti memburuknya iklim diplomatik.
Store juga menyebutkan perubahan AS ke arah proteksionisme. "AS yang sebelumnya merupakan pendukung utama perdagangan internasional yang berbasis aturan, kini justru menerapkan tarif," kata Store, menggambarkan tarif AS sebagai alat tawar-menawar untuk mendapatkan konsesi di bidang-bidang yang tidak terkait dengan perdagangan, bahkan terhadap para sekutu lama.
Selain itu, PM tersebut juga mengkritik penarikan diri Washington dari komitmen kerja sama internasional di sektor-sektor seperti perubahan iklim dan kesehatan global. Dia juga menyebutkan meningkatnya tekanan terhadap media dan lembaga independen di AS.
Sebagai respons terhadap perubahan lanskap geopolitik, Store menguraikan "strategi lindung nilai (hedging strategy)" untuk mendiversifikasi ketergantungan keamanan Norwegia, meninggalkan ketergantungan penuh pada Washington.
"Kami saat ini memprioritaskan kerja sama dengan mitra-mitra di Eropa Utara dengan lebih jelas lagi," kata Store. "Kerja sama yang lebih mendalam dan mengikat dengan negara-negara tetangga akan memberikan efek pencegahan yang lebih kuat dan dampak kolektif yang lebih besar."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi tetapkan Idul Adha 1443 Hijriah dimulai pada 9 Juli
Indonesia
•
30 Jun 2022

AS tangguhkan visa imigran dari seluruh dunia, 200.000 warga asing terancam kehilangan visa
Indonesia
•
27 Aug 2026

Kunjungan Blinken ke China disambut positif
Indonesia
•
18 Jan 2023

Eskalasi militer berlanjut, korban tewas di wilayah pesisir Suriah bertambah jadi 237 orang
Indonesia
•
08 Mar 2025


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
