Kremlin berharap dapat lanjutkan kembali dialog dengan AS usai kemenangan Trump

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Desember 2019 ini menunjukkan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Rusia. (Xinhua/Evgeny Sinitsyn)
Perubahan dalam hubungan bilateral antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) dapat terjadi, dan ini juga akan bergantung pada pejabat-pejabat yang ditunjuk oleh presiden AS terpilih itu dalam pemerintahannya.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Moskow berharap dapat melanjutkan kembali dialog dengan Washington setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, demikian dilaporkan media lokal yang mengutip Juru Bicara (Jubir) Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat (15/11)."Ada ... cukup harapan bahwa setidaknya beberapa dialog tingkat rendah akan dilanjutkan, karena saat ini dialog tersebut tidak ada sama sekali," kata Peskov, seraya menambahkan bahwa Moskow tidak akan melihat situasi ini secara "optimistis."
Orang-orang mengunjungi sebuah pameran luar ruangan yang digelar untuk memperingati parade militer pada 1941 di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, pada 7 November 2024. (Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)
Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri Konferensi Aksi Politik Konservatif (Conservative Political Action Conference/CPAC) di National Harbor, Maryland, AS, pada 24 Februari 2024. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Menhan Rusia sebut kesiapan tempur nuklir level tertinggi jadi "prioritas utama" Rusia
Indonesia
•
10 Jan 2024

Arab Saudi berencana tambah jumlah jamaah umroh 120.000 per hari
Indonesia
•
15 Aug 2021

Dewan Keamanan PBB putuskan akhiri Misi Hodeidah
Indonesia
•
28 Jan 2026

COVID-19 – AS perluas rekomendasi dosis penguat untuk semua orang dewasa
Indonesia
•
20 Nov 2021
Berita Terbaru

Presiden Iran perintahkan dimulainya dialog nuklir dengan AS
Indonesia
•
03 Feb 2026

Iran tepis rencana kirim bahan nuklir yang telah diperkaya ke luar negeri
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pandangan Redaksi – Mengapa tanggung jawab negara besar kini lebih penting dari sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Data resmi dibuka, kerusuhan Iran tewaskan hampir 3.000 jiwa, ratusan belum teridentifikasi
Indonesia
•
02 Feb 2026
