
Pertukaran lintas perbatasan dorong kemitraan baru antara Huangshan dan Yogyakarta

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ghofar Ismail (kedua dari kanan) dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi (ketiga dari kanan), menikmati teh di Objek Wisata Hongcun di Kota Huangshan, Provinsi Anhui, China timur, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Zhao Jinzheng)
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pada pagi yang segar di akhir bulan Mei, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ghofar Ismail berpose untuk difoto di depan pohon ‘Pinus Penyambut Tamu’ (Guest-Greeting Pine) yang terkenal di dunia di Gunung Huangshan, Provinsi Anhui, China timur.
"Lanskap alam Huangshan yang unik dan warisan budayanya yang kaya telah meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Perjalanan ini penuh dengan kejutan dan pelajaran berharga," kata Ismail mengenai kunjungannya, sambil menyeruput secangkir latte yang dihiasi pola Pinus Penyambut Tamu.
Ismail berada di Huangshan untuk menghadiri Dialog Wali Kota Dunia (World Mayors Dialogue) 2026 di Huangshan yang digelar pada 28 hingga 31 Mei lalu. Dialog tersebut mempertemukan para wali kota dan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk bertukar pandangan mengenai topik-topik seperti perlindungan warisan dunia, pelestarian budaya, dan pembangunan hijau.
Huangshan dikenal sebagai situs Warisan Dunia, Taman Bumi (Geopark) Global, dan Cagar Biosfer. Yogyakarta, yang dikenal sebagai ibu kota budaya Indonesia, merupakan rumah bagi situs-situs warisan dunia yang terkenal seperti Kompleks Candi Borobudur dan Candi Prambanan, serta ‘Poros Kosmologis Yogyakarta dan Lokasi Historisnya’, yang telah dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia pada 2023 dan melambangkan kearifan budaya Jawa yang mengakar kuat.
"Seperti Huangshan, kami juga menghadapi tantangan kontemporer dalam perlindungan warisan budaya hidup," kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, dalam sebuah diskusi meja bundar. Isu-isu seperti menyeimbangkan perlindungan warisan budaya dengan pembangunan perkotaan, meningkatkan sistem manajemen bencana, dan mengoordinasikan perencanaan transportasi dan perumahan sangat membutuhkan solusi. Praktik Huangshan dalam perlindungan warisan dunia dan tata kelola pintar telah menawarkan inspirasi yang berharga, ujarnya.
"Cara Huangshan mengintegrasikan warisan berwujud dan tak berwujud secara mulus patut dipelajari. Warisan kita bukan hanya batu bata dan batu, tetapi juga terkait erat dengan adat istiadat, kerajinan tangan, dan cara hidup masyarakat," kata Dian, seraya menambahkan bahwa Yogyakarta berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai warisan budaya sembari membangun mekanisme pengelolaan warisan budaya yang menyatukan pemerintah dan masyarakat setempat.
Wali Kota Huangshan He Yi mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk membangun platform internasional untuk dialog setara dan kerja sama praktis, guna bersama-sama melindungi memori bersama dan kekayaan ekologis seluruh umat manusia, serta berkontribusi terhadap pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Di saat peninggalan budaya menjadi landasan, teknologi pertanian serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menyuntikkan momentum kuat ke dalam kerja sama bilateral potensial.
"Anhui adalah provinsi pertanian utama di China dengan teknologi pertanian modern yang maju," kata Ismail, seraya menyebutkan bahwa mereka berharap dapat belajar dari pengalaman Anhui dalam pertanian fasilitas dan penanaman presisi untuk meningkatkan output biji-bijian di lahan garapan yang terbatas. "Ini tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi Yogyakarta, tetapi juga secara efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Teknologi kendaraan energi baru (new energy vehicle) dan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Anhui juga meninggalkan kesan mendalam bagi Ismail selama perjalanan tersebut.
"Perusahaan-perusahaan teknologi di Anhui memiliki kekuatan teknis yang luar biasa dan produk yang sangat praktis. Kami berharap dapat memperkenalkan teknologi maju dari Anhui untuk membangun taman iptek di Yogyakarta yang mengumpulkan talenta inovatif dan mendorong peningkatan industri lokal," katanya.
Ismail juga mencoba kacamata penerjemahan berbasis AI yang dikembangkan oleh perusahaan China iFLYTEK. "Pengalamannya bagus. Tidak hanya dapat menerjemahkan bahasa Indonesia dengan akurat, tetapi juga menafsirkan banyak dialek daerah dengan presisi," ujarnya.
Dia menyampaikan harapan untuk memperkenalkan teknologi dan investasi China guna menciptakan museum modern jenis baru di Yogyakarta yang mengintegrasikan AI, realitas tertambah (augmented reality/AR), dan berbagai teknologi baru lainnya, sehingga generasi muda tertarik mengunjungi museum dan lebih memahami budaya tradisional.
Dia juga menyampaikan harapan akan kerja sama antara kedua pihak dalam bidang budaya, pertanian, AI, pariwisata budaya, dan inovasi ilmiah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan PBB: Kemiskinan ekstrem di dunia meningkat untuk kali pertama dalam 20 tahun
Indonesia
•
21 Oct 2024

Feature – Menari jadi jalan penyembuhan bagi lansia dan penyintas kanker
Indonesia
•
04 Jun 2026

Israel temukan bangunan pedesaan berusia 1.200 tahun di Gurun Negev
Indonesia
•
24 Aug 2022

Feature – Si miskin Zhang Xue ciptakan sepeda motor balap yang menangkan kejuaraan dunia
Indonesia
•
08 Apr 2026


Berita Terbaru

Brasil salah satu favorit juara Piala Dunia
Indonesia
•
10 Jun 2026

Piala Dunia 2026 diramaikan 7 pasang saudara kandung, sebagian bela negara berbeda
Indonesia
•
10 Jun 2026

Feature – Orang Indonesia habiskan 5,7 jam per hari di ponsel, tapi enggan detoks digital
Indonesia
•
09 Jun 2026

‘Hard drive’ yang seharusnya dimusnahkan malah dijual, 510.000 data pasien terancam bocor
Indonesia
•
09 Jun 2026
