Pertama kali diekspor, Kereta Cepat Jakarta-Bandung berangkat dari China menuju Indonesia

Foto menunjukkan satu unit EMU dan satu unit CIT untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang dimuat ke sebuah kapal di Pelabuhan Qingdao dan siap dikirim ke Indonesia. (Sumber: CRRC Qingdao Sifang)
Kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung ini bakal menjadi yang pertama dari jenisnya di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
Jakarta (Indonesia Window) – Satu unit EMU (electric multiple unit) dan satu unit kereta inspeksi komprehensif (CIT) untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyelesaikan proses pemuatan di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, China timur pada Ahad (21/8), dan mulai dikirim ke Indonesia melalui jalur laut.Ini menandai keberangkatan kali pertama kereta cepat buatan China yang diekspor ke luar negeri.Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu proyek ikonis dari pembangunan Sabuk dan Jalur Sutra dan kerja sama pragmatis antara China-Indonesia. Ini juga merupakan pertama kalinya proyek kereta cepat China dengan seluruh sistem, seluruh elemen, dan seluruh rantai industri yang dibangun di luar negeri.EMU dan CIT untuk proyek tersebut, sebagai kereta cepat pertama yang diekspor dari China, didesain dan diproduksi oleh Qingdao Sifang dari CRRC dengan dikepalai China Railway International Co., Ltd. (CRI), anak perusahaan dari China State Railway Group Co., Ltd.Kereta ini menerapkan standar China dan disesuaikan dengan situasi Indonesia, dengan kecepatan operasi maksimum mencapai 350 km/jam. Mengandalkan pada teknologi EMU standar Fuxing China yang canggih dan telah lama digunakan serta diadaptasikan dengan budaya dan pakem Indonesia, kereta ini merupakan kereta yang canggih, aman, berkonsep cerdas, dan menonjolkan ciri khas setempat.Kereta untuk proyek ini terdiri dari 11 unit EMU dan satu unit CIT, yang kesemuanya telah selesai diproduksi di Qingdao Sifang.
Foto menunjukkan satu unit EMU dan satu unit CIT untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung sedang dimuat ke sebuah kapal di Pelabuhan Qingdao dan siap dikirim ke Indonesia. (Sumber: CRRC Qingdao Sifang)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Wamendag optimistis keketuaan RI tingkatkan pertumbuhan ekonomi ASEAN
Indonesia
•
22 Mar 2023

Indonesia resmikan pabrik manufaktur baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara
Indonesia
•
05 Jul 2024

Indonesia tak akan hambat produk Uni Eropa masuk Indonesia
Indonesia
•
28 Aug 2023

KBRI Windhoek partisipasi dalam pameran dagang terbesar di Angola
Indonesia
•
24 Jul 2023
Berita Terbaru

Peneliti Amerika studi petani Muslim di Kerinci, temukan modernisasi pertanian berdampak pada emosi
Indonesia
•
09 Feb 2026

Sambut Ramadhan, Presiden Prabowo doakan keselamatan dan persatuan bangsa
Indonesia
•
08 Feb 2026

Perkuat kemitraan strategis, Indonesia-Australia tandatangani Traktat Keamanan Bersama
Indonesia
•
07 Feb 2026

Opini – Direktur UKW: Wartawan di masa Orde Baru relatif lebih gigih, ketimbang jurnalis era Gen Z
Indonesia
•
06 Feb 2026
