1 juta lebih anak di Filipina bekerja pada 2023

Seekor burung macaw bertengger di bahu seorang anak perempuan di Clark Safari and Adventure Park di Provinsi Pampanga, Filipina, pada 8 Desember 2021. (Xinhua/Rouelle Umali)
Persentase anak yang bekerja di Filipina, dalam populasi anak berusia lima hingga 17 tahun diperkirakan mencapai 1,09 juta pada 2023, turun dari 1,48 juta pada 2022.
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah anak berusia lima hingga 17 tahun yang bekerja di Filipina diperkirakan mencapai 1,09 juta pada 2023, turun dari 1,48 juta pada 2022, demikian menurut data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Statistik Filipina (Philippine Statistics Authority/PSA) pada Kamis (21/11).Pada 2021, PSA mengatakan terdapat 1,37 juta anak yang bekerja di Filipina.PSA melaporkan bahwa persentase anak yang bekerja dalam populasi anak berusia lima hingga 17 tahun turun menjadi 3,5 persen pada 2023, dari 4,7 persen yang tercatat pada 2022. Pada 2021, persentase anak yang bekerja diperkirakan mencapai 4,3 persen.Dari total anak yang bekerja pada 2023, 59,1 persen di antaranya merupakan anak laki-laki, sementara 40,9 persen adalah anak perempuan. Selain itu, PSA juga mencatat bahwa pada 2022 dan 2021, lebih dari separuh anak yang bekerja merupakan anak laki-laki.Berdasarkan kelompok industri yang luas, sektor jasa muncul sebagai pusat lapangan kerja utama bagi anak yang bekerja, menyumbang 50 persen dari total anak yang bekerja pada 2023, tunjuk data itu.Dikatakan oleh PSA bahwa jumlah pekerja anak di Filipina menurun pada 2023. Total anak yang bekerja yang menjadi pekerja anak di negara itu diperkirakan mencapai 678.000 pada 2023. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan 828.000 pekerja anak yang dilaporkan pada 2022 dan 935.000 pada 2021. Istilah anak yang bekerja mencakup semua anak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi, tanpa memandang usia atau jenis pekerjaan.Sementara itu, PSA mendefinisikan pekerja anak (child labor) sebagai anak yang terlibat dalam pekerjaan yang membahayakan kondisi fisik, mental, dan pertumbuhannya atau yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu.Di semua kelompok usia, anak berusia 15 hingga 17 tahun merupakan kelompok dengan proporsi terbesar dalam jumlah pekerja anak, yaitu mencapai 74,4 persen pada 2023.Berdasarkan kelompok industri yang luas, sektor pertanian terus menyumbang porsi pekerja anak terbesar yaitu 65,3 persen pada 2023, diikuti oleh sektor jasa dengan porsi 30,7 persen, dan sektor industri dengan porsi 4 persen.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Program UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2025 resmi dimulai, 143 pengusaha siap berkembang
Indonesia
•
05 Aug 2025

‘Purchasing Managers Index’ manufaktur Indonesia tertinggi di ASEAN-5
Indonesia
•
25 Oct 2021

The Hill: Dana talangan mahasiswa elitis abaikan warga AS yang berjuang dalam perekonomian
Indonesia
•
10 Mar 2023

Kanada luncurkan tarif otomotif balasan terhadap AS
Indonesia
•
06 Apr 2025
Berita Terbaru

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Produsen otomotif China hadirkan lebih banyak NEV di ajang IIMS 2026
Indonesia
•
06 Feb 2026

Perusahaan China teken kerja sama untuk dorong proyek integrasi baja dan kokas di Indonesia
Indonesia
•
06 Feb 2026

Mata uang lokal dorong pertumbuhan kawasan industri aglomerasi Semarang
Indonesia
•
05 Feb 2026
