Perdagangan tembus Rp17 kuadriliun lebih, ASEAN dan China siapkan langkah besar hadapi dunia baru

Para tamu berpose untuk foto bersama dalam upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) ke-48 dan pertemuan-pertemuan terkait di Cebu, Filipina, pada 8 Mei 2026. (Xinhua/Guo Yige)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kemitraan ASEAN-China yang lebih kuat diperlukan di tengah meningkatnya ketidakpastian global, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn pada Senin (22/6) di Jakarta, seraya menyerukan kepada kedua pihak untuk memperdalam kerja sama guna mendorong perdamaian, kemakmuran, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut maupun dunia yang lebih luas.

Kao menyampaikan pernyataan tersebut dalam Jakarta Forum 2026, yang diselenggarakan untuk memperingati hari jadi kelima kemitraan strategis komprehensif ASEAN-China.

Dia menyebutkan hubungan ASEAN-China telah menunjukkan kapasitas yang konsisten untuk berevolusi dan menjadi lebih dinamis. China dan ASEAN tetap menjadi mitra dagang utama bagi satu sama lain, dengan nilai perdagangan bilateral melampaui 1 triliun dolar AS pada 2025.

*1 dolar AS = 17.819 rupiah

Kao menuturkan bahwa ketegangan geopolitik menjadi lebih kompleks, fragmentasi ekonomi semakin cepat, tekanan iklim kian intensif, dan kemajuan teknologi bergerak lebih cepat daripada banyak kerangka tata kelola. Dengan latar belakang tersebut, kemitraan ASEAN-China yang lebih kuat "bukan sekadar hal yang diinginkan, melainkan memang sangat diperlukan," ujarnya.

Ke depannya, Kao mengatakan ASEAN dan China harus berfokus pada lima prioritas, yaitu perdamaian dan stabilitas, transformasi digital dan inovasi, kerja sama energi, ketahanan terhadap ancaman transnasional, serta konektivitas antarmasyarakat (people-to-people).

Kemitraan ASEAN-China yang lebih kuat dan produktif harus berorientasi ke depan, praktis, inklusif, serta berpusat pada masyarakat, katanya.

Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing dalam pernyataannya mengatakan bahwa China dan ASEAN merupakan tetangga dekat yang memiliki masa depan bersama, dan hanya dengan saling bekerja sama kedua belah pihak dapat mendorong pembangunan yang sehat dan stabil.

Wang mengatakan bahwa China dan ASEAN harus tetap berkomitmen pada keterbukaan dan kerja sama, mempercepat implementasi Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Area/CAFTA) 3.0, membangun pasar bersama regional yang lebih terbuka, serta meningkatkan ketahanan pangan dan energi regional, sekaligus stabilitas rantai pasokan melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Dia menyerukan kepada kedua pihak untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), respons terhadap perubahan iklim, energi bersih, ekonomi biru, dan pertanian, agar seluruh masyarakat di kawasan dapat merasakan manfaat dari pembangunan inklusif dan modernisasi.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait