
Negara-negara anggota WHO perpanjang pembahasan kesepakatan pandemik selama setahun

Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2024 ini menunjukkan suasana pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-77 di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Peraturan Kesehatan Internasional (2005) memperkenalkan definisi keadaan darurat pandemik untuk mendorong kolaborasi internasional yang lebih efektif dalam respons terhadap ancaman pandemik.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (1/6) sepakat untuk memperpanjang pembahasan kesepakatan pandemik selama setahun, memberikan lebih banyak waktu yang diperlukan guna memfinalisasi kesepakatan penting untuk memerangi pandemik di masa depan dan meningkatkan kesiapan itu.Badan Perundingan Antarpemerintah (Intergovernmental Negotiating Body/INB), yang dibentuk pada Desember 2021 untuk menyusun draf perjanjian tersebut dan memandu proses negosiasi, akan melanjutkan mandatnya untuk menyelesaikan perjanjian tersebut pada pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) berikutnya pada 2025, atau lebih awal jika memungkinkan, pada sebuah sesi khusus majelis tersebut tahun ini."Ada konsensus yang jelas di antara semua negara anggota tentang perlunya instrumen lanjutan untuk membantu dunia memerangi pandemi besar dengan lebih baik," ungkap salah satu ketua INB Precious Matsoso.Majelis Kesehatan Dunia tahun ini juga menyepakati paket amendemen untuk instrumen internasional lainnya, yaitu Peraturan Kesehatan Internasional (2005), yang memperkenalkan definisi keadaan darurat pandemik untuk mendorong kolaborasi internasional yang lebih efektif dalam respons terhadap ancaman pandemik.Amendemen ini akan meningkatkan kemampuan negara-negara untuk mendeteksi dan merespons wabah dan pandemik di masa depan dengan memperkuat kapasitas nasional mereka sendiri, serta koordinasi antarnegara anggota, dalam hal pengawasan penyakit, pembagian informasi, dan respons, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus."Penguatan Peraturan Kesehatan Internasional hari ini memberikan momentum yang baik untuk menyelesaikan Kesepakatan Pandemi, yang setelah difinalisasi, akan membantu mencegah terulangnya bencana kesehatan, masyarakat, dan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19," imbuh kepala WHO itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

FISIP UMJ selenggarakan lokakarya pemberdayaan masyarakat pesisir
Indonesia
•
01 Apr 2021

Daratan Sunda rumah bagi manusia jutaan tahun lalu
Indonesia
•
06 Jan 2020

Siswa SMA Islam Insantama bawa misi nasional ke Mesir dan UEA
Indonesia
•
18 Oct 2019

WHO: Tidak ada bukti virus cacar monyet telah bermutasi
Indonesia
•
24 May 2022


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
