Mendag China sebut narasi "kelebihan kapasitas industri" cerminkan "kecemasan eksesif"

Robot-robot mengelas rangka mobil di sebuah pabrik milik produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China, Li Auto Inc. yang terletak di Changzhou, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 10 Januari 2024. (Xinhua/Ji Chunpeng)
Penyelidikan antisubsidi Eropa terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China dengan alasan "kelebihan kapasitas industri" dinilai merupakan bentuk proteksionisme perdagangan yang tipikal.
Beijing, China (Xinhua) – Menteri Perdagangan (Mendag) China Wang Wentao menyampaikan bahwa penyelidikan antisubsidi Eropa terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China dengan alasan "kelebihan kapasitas industri" merupakan bentuk proteksionisme perdagangan yang tipikal. Lebih lanjut, China berharap kedua pihak akan mengatasi kekhawatiran masing-masing melalui dialog dan komunikasi.Sembari menyatakan bahwa apa yang disebut kelebihan kapasitas industri merupakan hal yang keliru, Wang menuturkan bahwa yang mengalami kelebihan bukan kapasitas produksi industri, melainkan kecemasan. Dia juga menyatakan bahwa tudingan distorsi pasar terhadap China merupakan buah dari "mentalitas yang menyimpang."Menurut Kementerian Perdagangan China, Wang menyatakan hal itu dalam pertemuan ke-29 Komite Kerja Sama Ekonomi dan Industri Bersama China-Spanyol yang diselenggarakan di Madrid pada Senin (3/6). Wang memimpin pertemuan itu bersama dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Bisnis Spanyol Carlos Cuerpo.Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mendalam terkait berbagai hal, termasuk di antaranya mendorong pengembangan berkualitas tinggi dalam hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral, penyelidikan antisubsidi Uni Eropa (UE) terhadap EV China, memfasilitasi pertukaran personel bilateral, pengadaan pemerintah, serta akses pasar untuk produk pertanian dan pangan.Wang mengatakan bahwa China akan bekerja sama dengan Spanyol untuk terus meningkatkan tingkat perdagangan antara kedua negara, mendorong investasi dua arah, memperkuat kerja sama di antara usaha kecil dan menengah (UKM) dan kerja sama pasar pihak ketiga, serta memperluas berbagai bidang perdagangan untuk hasil yang saling menguntungkan.Dia berharap Spanyol akan memainkan peran positif dalam membujuk UE agar tetap bersikap rasional dan terbuka di bidang industri energi hijau dan energi baru.Cuerpo menuturkan bahwa Spanyol menaruh perhatian besar pada hubungan ekonomi dan perdagangannya dengan China, dan siap untuk terus memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara, memelihara dialog dan kerja sama dengan China, mendorong pengembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang seimbang, serta mendorong penjajakan lebih banyak peluang kerja sama oleh perusahaan-perusahaan dari kedua negara dalam berbagai bidang seperti otomotif, energi terbarukan, peralatan mesin industri, dan perlengkapan medis.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ekspor Kanada turun 2,3 persen pada November 2022
Indonesia
•
06 Jan 2023

Harga batu bara acuan Indonesia 89,74 dolar AS per ton pada Mei
Indonesia
•
05 May 2021

Produsen panel surya besar tingkatkan produksi karena biaya material turun
Indonesia
•
12 Jan 2023

Harga minyak melonjak di tengah ketidakpastian krisis Ukraina
Indonesia
•
24 Feb 2022
Berita Terbaru

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026

Produsen otomotif China hadirkan lebih banyak NEV di ajang IIMS 2026
Indonesia
•
06 Feb 2026

Perusahaan China teken kerja sama untuk dorong proyek integrasi baja dan kokas di Indonesia
Indonesia
•
06 Feb 2026
