
Badan migrasi PBB ajukan pendanaan 18,5 juta dolar AS untuk bantu kelompok orang yang terdampak mpox di Afrika

Seorang anak yang terjangkit mpox menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di daerah Nyiragongo di dekat Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo timur, pada 15 Agustus 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Penyebaran penyakit mpox, yang dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) di tengah lonjakan penularan lintas perbatasan, menjadi kekhawatiran besar, terutama bagi para migran yang rentan, populasi dengan mobilitas tinggi, dan komunitas pengungsi yang sering diabaikan dalam krisis semacam itu.
Nairobi, Kenya (Xinhua/Indonesia Window) – Badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (21/8) mengajukan permohonan pendanaan sebesar 18,5 juta dolar AS untuk menyediakan layanan kesehatan esensial bagi penduduk yang berisiko tinggi terjangkit mpox di Afrika Timur, Tanduk Afrika, dan Afrika Selatan.Amy Pope, Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM), mengatakan bahwa dana itu juga akan digunakan untuk menyediakan layanan kesehatan bagi para pengungsi internal (internally displaced person/IDP) dan masyarakat lokal di kawasan tersebut."Kita harus bertindak cepat untuk melindungi mereka yang berisiko paling tinggi dan untuk mengurangi dampak wabah tersebut di kawasan ini," kata Pope dalam pernyataan yang dirilis di Nairobi, ibu kota Kenya.Dia mengatakan bahwa penyebaran penyakit mpox, yang dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC) di tengah lonjakan penularan lintas perbatasan, menjadi kekhawatiran besar, terutama bagi para migran yang rentan, populasi dengan mobilitas tinggi, dan komunitas pengungsi yang sering diabaikan dalam krisis semacam itu.
Seorang anak yang terjangkit mpox menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di daerah Nyiragongo di dekat Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo timur, pada 15 Agustus 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei: Tingkat depresi di AS melonjak ke level tertinggi
Indonesia
•
21 May 2023

UNAIDS laporkan 630.000 kematian terkait AIDS pada 2023
Indonesia
•
28 Nov 2024

Para pemimpin Afrika tuntut dana atasi dampak perubahan iklim
Indonesia
•
10 Sep 2022

UIN Jakarta jalin kerja sama dengan dua universitas ternama China
Indonesia
•
08 Dec 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
