
PBB: Penjarahan, kurangnya staf dan obat-obatan ganggu respons layanan kesehatan di Suriah

Para pengungsi asal Suriah tertahan di perbatasan Suriah-Lebanon di area perlintasan perbatasan Masnaa pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Maher Kamar)
Penjarahan serta kurangnya staf dan obat-obatan membuat fasilitas-fasilitas perawatan kesehatan di Suriah terpaksa ditutup di tengah situasi keamanan yang tak menentu.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Penjarahan serta kurangnya staf dan obat-obatan membuat fasilitas-fasilitas perawatan kesehatan di Suriah terpaksa ditutup di tengah situasi keamanan yang tak menentu, demikian disampaikan badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (13/12).Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan PBB dan mitranya terus mendukung respons bantuan dan melanjutkan kegiatan begitu situasi keamanan memungkinkan.Di Suriah timur laut, mitra-mitra di bidang kesehatan membuka lebih dari 20 fasilitas kesehatan keliling guna menangani kasus kritis dan menyediakan konsultasi medis awal, menurut OCHA.Di Suriah barat laut, 30 tim medis keliling menyediakan layanan kesehatan dasar, vaksinasi, dan perawatan untuk ibu, membantu para pengungsi, serta mendistribusikan bantuan termasuk makanan, tenda, pakaian musim dingin, perlengkapan kebersihan, dan uang tunai.Namun, para badan kemanusiaan mengatakan bahwa lebih banyak dukungan diperlukan untuk menjangkau lebih banyak orang dan membantu komunitas yang menampung pengungsi.Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) melaporkan bahwa ribuan pengungsi Suriah mulai kembali ke negara mereka dari Lebanon. Mereka melintasi titik perbatasan Masnaa dan area perlintasan perbatasan lainnya, menuju Idlib, daerah pedesaan Damaskus, Kota Damaskus, Daraa, Aleppo, dan lokasi lainnya. Pada saat yang sama, masih ada warga Suriah yang mengungsi ke Lebanon.
Para pengungsi asal Suriah tertahan di perbatasan Suriah-Lebanon di area perlintasan perbatasan Masnaa pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Maher Kamar)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UNRWA sebut persediaan tepung di Gaza menipis
Indonesia
•
28 Apr 2025

COVID-19 – Remaja di Taiwan meninggal selama isolasi di rumah
Indonesia
•
10 Jun 2022

WMO sebut 3,6 miliar orang hadapi akses air yang tidak memadai
Indonesia
•
30 Nov 2022

WHO: Penyakit mematikan iringi kekeringan di Somalia
Indonesia
•
09 Jul 2022


Berita Terbaru

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026

15.000 batang lemang dibakar serentak di Aceh Barat Daya, pecahkan rekor MURI
Indonesia
•
26 Apr 2026
