
Trump sebut AS akan "segera" mulai serangan darat terhadap pengedar narkoba di Karibia

Foto yang diabadikan pada 2 Desember 2025 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Hu Yousong)
Pengedar narkoba di Karibia menjadi sasaran Amerika Serikat menyerang kawasan tersebut, dengan belasan kapal perang, termasuk USS Gerald R. Ford, sebuah kapal induk pesawat tempur utama, dan sekitar 15.000 tentara dikerahkan ke Laut Karibia.
Washington, 3 Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sebuah rapat kabinet di Gedung Putih pada Selasa (2/12) mengatakan bahwa pemerintahannya akan "segera" memulai serangan darat terhadap pengedar narkoba di Karibia."Kami akan mulai melancarkan serangan-serangan itu di darat. Di darat jauh lebih mudah. Itu jauh lebih mudah, dan kami tahu rute yang mereka ambil," ujar Trump dalam rapat tersebut. "Kami akan segera memulainya."Dalam pidato Thanksgiving-nya di hadapan angkatan bersenjata AS pada Kamis (27/11) malam waktu setempat, Trump mengucapkan terima kasih kepada Wing Pengebom ke-7 Angkatan Udara AS atas upaya mereka dalam "menghalangi pengedar narkoba Venezuela." Trump juga mengumumkan, "Sekitar 85 persen telah dihentikan melalui laut ... dan kami akan mulai menghentikan mereka melalui darat.""Selain itu, di darat lebih mudah, dan itu akan segera dimulai," ujar Trump dari kediamannya di Mar-a-Lago.Sejak 2 September, Pentagon telah melakukan setidaknya 21 serangan yang diketahui terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, menewaskan setidaknya 83 orang di kapal-kapal tersebut.Dalam beberapa bulan terakhir, Washington telah mengerahkan belasan kapal perang, termasuk USS Gerald R. Ford, sebuah kapal induk pesawat tempur utama, dan sekitar 15.000 tentara ke Laut Karibia, yang sebagian besar garis pantainya berada di Venezuela. Kehadiran militer AS sebesar ini belum pernah terjadi di kawasan tersebut setidaknya dalam tiga dasawarsa terakhir.Kalangan kritikus, termasuk sejumlah anggota parlemen di Gedung Capitol AS, mempertanyakan apakah pemberantasan narkoba memang merupakan satu-satunya motif AS dan legalitas atas serangan militer AS di Karibia selama berbulan-bulan.Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah membantah terlibat dalam perdagangan narkoba dan menuduh AS "merekayasa" perang yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahannya di Venezuela.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia denda Google karena tidak hapus konten yang dicekal
Indonesia
•
21 Aug 2021

Survei: Tantangan terbesar bisnis AS adalah kesulitan pasar tenaga kerja
Indonesia
•
02 Jun 2022

Australia akan akui Negara Palestina pada September 2025
Indonesia
•
11 Aug 2025

AS serang fasilitas desalinasi Iran, pangkalan AS di Bahrain kena sasaran balasan
Indonesia
•
08 Mar 2026


Berita Terbaru

Laporan NYT sebut Iran sebar ranjau di Selat Hormuz, Teheran bantah
Indonesia
•
13 Mar 2026

Kanada akan bangun angkatan bersenjata di Arktik
Indonesia
•
13 Mar 2026

Lebanon sebut korban tewas akibat serangan Israel capai 773 jiwa sejak 2 Maret, termasuk 103 anak-anak
Indonesia
•
14 Mar 2026

Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon naik jadi 634 jiwa, pengungsi capai 816.000 orang
Indonesia
•
12 Mar 2026
