
Fokus Berita – Indonesia catat lonjakan harga beras jelang perayaan Idul Fitri

Seorang petani bekerja di sebuah sawah di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 12 Januari 2024. (Xinhua/Bram Selo)
Pendapatan penjual beras di pasar tradisional dilaporkan menurun, sementara restoran mengungkapkan bahwa mereka harus mengurangi porsi yang disajikan kepada pelanggan karena mereka tidak bisa menaikkan harga makanan begitu saja.
Jakarta (Xinhua) – Indonesia merupakan produsen beras terbesar ketiga di dunia dan beras merupakan makanan pokok di negara ini. Namun, masyarakat menghadapi kesulitan akibat melonjaknya harga beras dalam beberapa bulan terakhir.Hingga Rabu (27/3), media setempat melaporkan bahwa harga beras di beberapa wilayah di Tanah Air masih meroket, berkisar antara 12.000 rupiah hingga 17.000 rupiah per kilogram (kg), yang merupakan harga tertinggi dalam sejarah. Harga normal rata-rata seharusnya berkisar 9.000 rupiah.Pendapatan penjual beras di pasar tradisional dilaporkan menurun, sementara restoran mengungkapkan bahwa mereka harus mengurangi porsi yang disajikan kepada pelanggan karena mereka tidak bisa menaikkan harga makanan begitu saja. Melonjaknya harga beras kabarnya juga memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya, seperti bawang merah dan cabai.Sekretaris Jenderal Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPAS) Ngadiran mengatakan bahwa kenaikan harga beras yang terjadi sejak empat bulan lalu membuat banyak rumah tangga membeli porsi beras lebih sedikit dibandingkan biasanya pada hari-hari biasa.Fluktuasi harga bahan pokok merupakan hal yang wajar terjadi, namun kenaikan ini paling tidak terduga, tidak ada faktor yang jelas, ujarnya.Pemerintah membeberkan beberapa faktor penyebab melonjaknya harga beras. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengatakan produksi beras nasional berkurang akibat gagal panen yang dipicu oleh perubahan iklim ekstrem."Ada yang namanya perubahan cuaca ekstrem yang mengganggu panen dan kemudian menurunkan produksi sehingga membuat harga naik. Kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh negara di dunia," kata presiden yang akrab disapa Jokowi itu baru-baru ini.
Para petani bekerja di sebuah sawah di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 12 Januari 2024. (Xinhua/Bram Selo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konjen harapkan publikasi luas hubungan Indonesia-Australia
Indonesia
•
28 Jul 2019

'Regional Comprehensive Economic Partnership' disahkan setelah satu dekade
Indonesia
•
15 Nov 2020

Pengasingan Habib Rizieq berkedok pencekalan
Indonesia
•
02 Dec 2019

Pemerintah akan bangun tanggul laut raksasa cegah Pantai Utara Jawa tenggelam
Indonesia
•
12 Jan 2024


Berita Terbaru

‘Sharp Knife 2026’ libatkan sistem nirawak dalam latihan militer gabungan kontraterorisme China–Indonesia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kemnaker ajak serikat pekerja kawal implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
•
26 Oct 2026

Menaker paparkan penguatan regulasi pelindungan pekerja di Forum Asia Pasifik
Indonesia
•
26 Oct 2026

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026
