
Pemerintahan Trump akan deportasi imigran ke negara ketiga

Seorang anak bermain dengan ponsel di sebuah tempat penampungan migran di Ciudad Juarez, Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, pada 2 Februari 2025. Terletak di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat (AS), Ciudad Juarez merupakan kota penting di Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, yang berada tepat di seberang Sungai Rio Grande dari El Paso, Texas, AS. Sejumlah besar imigran dari negara-negara Amerika Latin berkumpul di sana, dan tempat-tempat penampungan migran menyediakan tempat tinggal semen...
Deportasi imigran ke ‘negara ketiga’ oleh pemerintahan Trump telah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/6) mencabut batasan terhadap deportasi imigran ke "negara ketiga" oleh pemerintahan Trump.Putusan dengan suara 6-3 tersebut, yang didominasi oleh para hakim MA yang berhaluan konservatif, muncul di tengah sengketa hukum terkait upaya pemerintahan Trump untuk segera mendeportasi imigran ke negara selain tanah air mereka.Ketiga hakim MA yang berhaluan liberal di pengadilan tersebut tidak setuju dengan putusan tersebut. Hakim Sonia Sotomayor memperingatkan bahwa "dalam masalah hidup dan mati, yang terbaik adalah bertindak dengan hati-hati. Dalam kasus ini, pemerintah mengambil pendekatan yang berlawanan."Pemerintahan Trump memuji keputusan MA tersebut. Tricia McLaughlin, asisten sekretaris untuk Urusan Publik di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menuturkan dalam sebuah pernyataan bahwa putusan tersebut merupakan "kemenangan bagi keselamatan dan keamanan rakyat Amerika.""Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kini dapat menjalankan kewenangannya yang sah dan memindahkan imigran ilegal ke negara yang bersedia menerima mereka," katanya. "Siapkan pesawat deportasi," tambahnya.Dalam putusan pada 18 April lalu, Hakim Distrik AS Brian Murphy yang berbasis di Boston, yang ditunjuk oleh mantan Presiden AS Joe Biden, melarang pejabat mendeportasi individu ke negara selain negara asal mereka tanpa terlebih dahulu memberi mereka cukup waktu untuk mengajukan penolakan.Bulan lalu, pemerintahan Trump meminta MA untuk menangguhkan keputusan Murphy. Jaksa Agung Muda AS D. John Sauer, yang mewakili pemerintah federal dalam kasus-kasus MA, menuduh pengadilan distrik menghambat upaya pemerintahan Trump untuk mendeportasi "beberapa imigran ilegal terburuk dari yang terburuk."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Menguak kampanye disinformasi rahasia Pentagon terhadap vaksin COVID-19 China
Indonesia
•
21 Jun 2024

Pengakuan kedaulatan Selat Hormuz jadi prasyarat Iran untuk berunding kembali dengan AS
Indonesia
•
13 May 2026

Pasukan keamanan Suriah klaim tewaskan pemimpin sel ISIS di Raqqa
Indonesia
•
25 Feb 2026

Presiden Turkiye peringatkan Laut Hitam tidak boleh jadi "area konfrontasi" konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
•
15 Dec 2025


Berita Terbaru

409 serangan Israel dalam 21 hari sasar petani dan kebun zaitun Palestina, 2 juta pohon zaitun di Gaza hancur
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uji jaringan 4G berujung kebakaran 530.000 hektare lahan di Mongolia, KDDI Jepang minta maaf
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uni Eropa selidiki Booking.com atas dugaan kegagalan tangani penipuan akomodasi
Indonesia
•
22 Oct 2026

Presiden Sisi: Mesir siap bela wilayah Arab Saudi, bukan serang Yaman
Indonesia
•
22 Oct 2026
