Bibit kentang yang terpapar luar angkasa masuki tahap penanaman eksperimental di China utara

Seorang staf mencatat informasi tentang bibit kentang di pusat inovasi teknologi Xisen Potato Industry Co., Ltd. di wilayah Shangdu, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 8 Januari 2024.(Xinhua)
Pembiakan luar angkasa mengacu pada pemaparan radiasi kosmis dan gravitasi mikro di luar angkasa terhadap bibit atau galur (strain) untuk mengubah gennya, sehingga dapat menciptakan spesies atau varietas baru dengan kualitas yang lebih baik seperti periode pertumbuhan yang lebih singkat, hasil panen yang lebih tinggi, dan ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik.
Hohhot, China (Xinhua) – Tim peneliti China telah memulai eksperimen pembiakan terhadap 66.500 bibit kentang yang sebelumnya dibawa ke luar angkasa menggunakan pesawat antariksa berawak Shenzhou-16 dan berada di sana selama lebih dari 180 hari.Setelah pengecambahan, pembudidayaan, dan transplantasi bibit, varietas bibit unggul akan dipilih dan dievaluasi lebih lanjut, ujar Zhang Linhai, Direktur Pusat Inovasi Teknologi Xisen Potato Industry Co., Ltd., yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.Pembiakan luar angkasa mengacu pada pemaparan radiasi kosmis dan gravitasi mikro di luar angkasa terhadap bibit atau galur (strain) untuk mengubah gennya, sehingga dapat menciptakan spesies atau varietas baru dengan kualitas yang lebih baik seperti periode pertumbuhan yang lebih singkat, hasil panen yang lebih tinggi, dan ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik.Tim peneliti dari pusat penelitian di wilayah Shangdu, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, berencana untuk mengembangkan varietas kentang yang memiliki toleransi terhadap garam dan alkali serta hasil panen yang lebih tinggi melalui eksperimen yang menggunakan teknologi penyuntingan gen canggih untuk membantu pembiakan genetik tradisional.Pendekatan ini berpotensi untuk mempersingkat siklus pembiakan dari satu dekade lebih menjadi hanya beberapa tahun, ujar Zhang.Ini merupakan kali kedua Xisen Potato Industry Co., Ltd. mengirim bibit kentang ke luar angkasa. Pada Juni 2022, sebanyak 20.000 bibit kentang yang dipilih oleh perusahaan itu dikirim ke stasiun luar angkasa China menggunakan Shenzhou-14, dan kembali ke Bumi setelah 182 hari.Pada 1987, China mengirim sejumlah bibit tanaman pertamanya, termasuk padi dan lada, ke luar angkasa, yang menandai dimulainya perjalanan pembiakan luar angkasa negara itu. Dalam sekitar 30 tahun terakhir, China telah melakukan lebih dari 30 eksperimen luar angkasa yang melibatkan benih, bibit, dan galur tanaman, yang menghasilkan hampir 1.000 varietas baru.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Janji dunia jaga suhu bumi 1,5 derajat Celsius pupus
Indonesia
•
14 Nov 2021

COVID-19 – Peneliti Taiwan teliti kemungkinan pengobatan
Indonesia
•
07 Sep 2021

Sistem prakiraan badai debu terbaru mampu tingkatkan produksi energi surya
Indonesia
•
21 Apr 2025

Beijing luncurkan kawasan industri internet satelit dan laboratorium utama
Indonesia
•
15 Feb 2025
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
