
Ketua Kelompok Bisnis Malaysia desak ASEAN lawan kenaikan tarif AS

Foto yang diabadikan pada 19 Januari 2025 ini menunjukkan suasana konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Langkawi, Malaysia. (Xinhua/Cheng Yiheng)
Pembentukan pasar tunggal ASEAN harus segera didiskusikan kembali, dengan tujuan untuk menciptakan semacam serikat pabean yang dapat menguntungkan sebagai blok pengekspor dan pasar regional yang besar.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlu menyatukan kekuatan ekonomi kolektif mereka agar dapat secara efektif menanggapi gangguan perdagangan yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS), menyusul penerapan sejumlah tarif terhadap sebagian besar perekonomian di seluruh dunia, demikian menurut presiden sebuah kelompok bisnis Malaysia.Tarif-tarif ini kemungkinan besar akan secara signifikan memengaruhi ekspor Malaysia, terutama di bidang produk listrik dan elektronik, turunan minyak kelapa sawit, produk berbasis karet, serta tekstil dan garmen, mengingat produk-produk tersebut merupakan kontributor utama bagi perdagangan Malaysia-AS, ungkap Presiden Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Malaysia William Ng baru-baru ini kepada Xinhua.
Seorang pengunjung (kiri, depan) memilih durian yang diimpor dari Vietnam dalam Pameran China-ASEAN ke-20 di Nanning International Convention and Exhibition Center di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 17 September 2023. (Xinhua/Cao Yiming)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia-Saudi dorong kerja sama ekonomi dan investasi halal
Indonesia
•
20 Sep 2019

Badai hentikan produksi kuarsa murni AS, ancam rantai pasokan teknologi global
Indonesia
•
05 Oct 2024

Ekonomi halal diperkirakan bernilai 3,2 triliun dolar AS 2024
Indonesia
•
09 Sep 2020

BI keluarkan uang baru peringati hari kemerdekaan
Indonesia
•
16 Aug 2020


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
