
The Washington Post: Pekerja anak jadi masalah modern bagi AS

Foto yang diabadikan pada 19 September 2021 dari Ciudad Acuna, Meksiko, ini menunjukkan sejumlah imigran berusaha menyeberangi sungai Rio Bravo di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat. (Xinhua)
Pekerja migran anak di Amerika Serikat semakin banyak saat pasar tenaga kerja di negara ini menyusut, dipicu oleh pandemik dan bertepatan dengan peningkatan jumlah anak di bawah umur tanpa pendamping yang menyeberangi perbatasan AS demi mencari kehidupan yang lebih baik.
New York City, AS (Xinhua) – Di bawah kapitalisme, para pengusaha yang kekurangan tenaga kerja memiliki dua pilihan, yaitu menawarkan gaji dan tunjangan yang lebih baik, atau menemukan kelompok tenaga kerja yang lebih putus asa dan lebih dapat dieksploitasi yang tersedia untuk melakukan pekerjaan itu. Kelompok tenaga kerja domestik saat ini tampaknya semakin banyak terdiri dari anak-anak, lapor surat kabar The Washington Post pada Kamis (11/5)."Penyusutan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh pandemi bertepatan dengan peningkatan jumlah anak di bawah umur tanpa pendamping yang menyeberangi perbatasan AS demi mencari kehidupan yang lebih baik," urai laporan itu. "Situasi ini menyebabkan peningkatan tajam sejak 2018 pada laporan anak di bawah umur yang dipekerjakan secara ilegal, yang kerap kali dibiarkan atau dipaksa melakukan pekerjaan yang eksploitatif dan berbahaya."Menanggapi laporan memalukan tentang eksploitasi dan tindakan membahayakan anak di bawah umur dalam mencari penghasilan, salah satu solusi yang diusulkan adalah melonggarkan sejumlah undang-undang dan mengizinkan anak di bawah umur untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya dilarang, sebut laporan itu. Semua orangtua atau wali, baik yang berpenghasilan, di rumah saja, orang tua tiri, kakek/nenek, maupun wali pengganti, semuanya ingin melindungi anak mereka dari penyalahgunaan dan eksploitasi."Kita dengan cepat melakukan intervensi ketika teman, guru, pelatih, dan atasan mereka melewati batas. Namun, banyak anak-anak yang akan paling terdampak oleh pelonggaran standar ketenagakerjaan ini tidak memiliki siapa pun di rumah untuk melakukan intervensi demi kepentingan mereka," kata laporan itu."Mereka membutuhkan saksi dan advokat di sekolah maupun komunitas untuk buka suara, pemerintah dan perusahaan bekerja sama dalam melaksanakan dan menegakkan hukum yang ada demi melindungi mereka. Yang terpenting, mereka membutuhkan masyarakat yang tidak memaksakan atau mendukung kewajiban yang hanya dapat dibujukkan atau dipaksakan kepada orang-orang yang paling putus asa dan rentan," imbuh laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1441 - Tenda jamaah haji empat kali lebih luas
Indonesia
•
25 Jun 2020

Perpustakaan Nasional China rilis basis data buku-buku kuno
Indonesia
•
09 Feb 2023

Suhu malam hari di Mongolia barat anjlok hingga minus 50 derajat Celsius
Indonesia
•
22 Dec 2023

Topan Shanshan mendarat di Kagoshima, Jepang
Indonesia
•
29 Aug 2024


Berita Terbaru

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026

Angka kematian anak balita turun lebih dari setengahnya sejak tahun 2000
Indonesia
•
19 Mar 2026

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026
