
Pengadilan India dukung putusan denda 162 juta dolar AS terhadap Google

CEO Google Inc. Sundar Pichai berbicara dalam konferensi pers di New Delhi, India, pada 16 Desember 2015. (Xinhua/Stringer)
Pasar android di India didominasi oleh Google, dengan meminta Produsen Peralatan Asli (Original Equipment Manufacturer/OEM) untuk melakukan prainstalasi terhadap seluruh rangkaian aplikasi Google, dan ini dianggap sebagai upaya penciptaan kondisi yang tidak adil.
New Delhi, India (Xinhua) – Pengadilan banding India National Company Law Appellate Tribunal (NCLAT) mendukung putusan denda sebesar 162 juta dolar AS yang dijatuhkan terhadap Google oleh regulator antipakat Komisi Persaingan India (Competition Commission of India/CCI) dalam kasus yang berkaitan dengan dominasi pasar Android.NCLAT mengatakan putusan CCI tidak melanggar prinsip keadilan kodrati (natural justice) dan Google bertanggung jawab untuk membayar denda.Google membela diri dengan mengatakan "kami percaya hal itu (keputusan CCI) mewakili kemunduran besar bagi pengguna dan bisnis kami di India yang memercayai fitur keamanan Android, dan berpotensi meningkatkan biaya perangkat seluler.""Kami mendukung penjatuhan hukuman ini," kata NCLAT pada Rabu (29/3), seraya menambahkan bahwa "pemohon (Google) dipersilakan untuk membayarkan denda."Putusan tersebut dipandang sebagai kemunduran besar bagi Google di India.NCLAT menyatakan bahwa tindakan Google yang meminta Produsen Peralatan Asli (Original Equipment Manufacturer/OEM) untuk melakukan prainstalasi terhadap seluruh rangkaian aplikasi Google merupakan penciptaan kondisi yang tidak adil.Lebih dari 95 persen ponsel pintar di India menggunakan sistem Android.Tahun lalu pada Oktober, CCI menjatuhkan denda terhadap Google akibat praktik antipersaingan yang berkaitan dengan perangkat seluler Android. Google kemudian mengajukan banding ke NCLAT.Sementara itu, raksasa mesin pencarian tersebut diberi waktu 30 hari untuk membayarkan denda dan melaksanakan putusan pengadilan. Google saat ini masih memiliki opsi untuk menggugat putusan tersebut di Mahkamah Agung India.*1 dolar AS = 15.062 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mengapa badan intelijen baru Jepang memicu perdebatan? Ini yang dipersoalkan para kritikus
Indonesia
•
31 Jul 2026

AS jatuhkan sanksi kepada dua hakim ICC terkait Israel
Indonesia
•
19 Dec 2025

Trump dilaporkan akhiri upaya diplomatik dengan Venezuela
Indonesia
•
08 Oct 2025

Arab Saudi larang tanam pohon palem cegah penyebaran kumbang sawit merah
Indonesia
•
22 Feb 2021


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
