Fokus Berita – Perekonomian zona euro terus pulih, meski dibayangi ketidakpastian

Seorang wanita berjalan melewati sebuah toko di Wina, Austria, pada 1 Maret 2024. (Xinhua/He Canling)
Output perekonomian zona euro naik 0,3 persen dalam basis kuartalan pada kuartal kedua (Q2) tahun ini, mengindikasikan bahwa zona tersebut telah melanjutkan pemulihannya dengan laju moderat, meski prospek untuk akselerasi ekonomi lebih lanjut masih belum jelas.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Output perekonomian zona euro naik 0,3 persen dalam basis kuartalan pada kuartal kedua (Q2) tahun ini, menurut kantor statistik Uni Eropa (UE) pada Selasa (30/7). Hal ini mengindikasikan bahwa zona tersebut telah melanjutkan pemulihannya dengan laju moderat, meski prospek untuk akselerasi ekonomi lebih lanjut masih belum jelas.Pertumbuhan PDB lebih baik dari perkiraanPertumbuhan ekonomi zona euro pada Q2 tetap stabil di angka 0,3 persen, tidak berubah dari Q1. Dalam basis tahunan (year on year/yoy), Produk Domestik Bruto (PDB) zona euro tumbuh 0,6 persen, menurut rilis statistik Eropa (Eurostat).Data terbaru menunjukkan bahwa setelah stagnasi pada 2023, ekonomi kawasan ini mulai "pulih secara perlahan," kata Bert Colijn, ekonom senior di ING Bank, dalam sebuah catatan.Irlandia mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 1,2 persen pada Q2, sementara Spanyol tetap menjadi pendorong pertumbuhan zona euro dengan pertumbuhan 0,8 persen dalam basis kuartalan.Sebaliknya, perekonomian Jerman, yang merupakan perekonomian terbesar di zona euro, mengalami kontraksi 0,1 persen, membalikkan tren pertumbuhan positif yang terlihat pada Q1. Untuk Prancis, pertumbuhan PDB berada di angka 0,3 persen pada Q2, tidak berubah dari kuartal sebelumnya.Prospek pertumbuhan lemahMeskipun data ekonomi pada Q2 melampaui ekspektasi dan ada potensi sedikit dorongan dari Olimpiade Paris, para ekonom tidak sepenuhnya yakin bahwa paruh kedua (H1) tahun ini akan dimulai dengan kuat.Colijn mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masa depan, mengutip data termasuk penurunan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager Index/PMI) zona euro selama dua bulan terakhir.Indeks komposit PMI pada Juli untuk zona euro melemah di angka 50,1, turun dari 50,9 pada Juni, dan hanya sedikit di atas ambang 50 yang membedakan antara ekspansi dan kontraksi.Komisi Eropa juga menerbitkan indikator sentimen ekonomi pada Selasa, yang menyoroti penurunan signifikan dalam tingkat keyakinan sektor jasa dan perdagangan retail.Ke depannya, "pertanyaannya tetap yakni ke arah mana ekonomi akan bergerak selanjutnya, namun data-data terbaru tidak memberikan banyak keyakinan bahwa ekonomi zona euro akan berakselerasi lebih lanjut," ujar Colijn.
Sebuah kantor lembaga keuangan terlihat di sebuah jalan di Brussel, Belgia, pada 15 November 2023. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

China miliki lebih dari 2,84 juta BTS 5G
Indonesia
•
19 Jul 2023

PLN-Pupuk Indonesia beli gas Blok Masela dari INPEX
Indonesia
•
20 Feb 2020

Kejahatan retail di AS sebabkan kerugian lebih dari 112 miliar dolar AS pada 2022
Indonesia
•
29 Oct 2023

Ahli: China-ASEAN berbagi peluang baru dengan berlakunya kemitraan ekonomi
Indonesia
•
17 Dec 2021
Berita Terbaru

Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia
Indonesia
•
09 Feb 2026

Pariwisata jadi kontributor signifikan timbulan sampah di Bali
Indonesia
•
08 Feb 2026

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026
