
Nippon Steel tuntaskan akuisisi US Steel

Foto yang diabadikan pada 7 Januari 2025 ini menunjukkan kantor pusat Nippon Steel di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Nippon Steel telah menyelesaikan akuisisi US Steel, sehingga menjadikan produsen baja asal Amerika Serikat itu sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Nippon Steel.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Nippon Steel pada Rabu (18/6) mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah menyelesaikan akuisisi US Steel, sehingga menjadikan produsen baja asal Amerika Serikat (AS) itu sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Nippon Steel.Nippon Steel membeli 100 persen saham US Steel dengan harga 55 dolar AS per lembar. Dengan demikian, US Steel telah dihapus dari Bursa Efek New York dan akan beroperasi di bawah Nippon Steel North America.*1 dolar AS = 16.319 rupiahSelain harga pembelian, Nippon Steel berencana untuk menginvestasikan sekitar 11 miliar dolar AS di US Steel pada 2028.Transaksi yang diumumkan pada Desember 2023 ini menghadapi pengawasan politik yang berkepanjangan di AS. Akuisisi ini dituntaskan setelah semua persetujuan peraturan dan pembayaran diselesaikan.Melalui akuisisi tersebut, Nippon Steel mendapatkan basis manufaktur utama di AS, mengurangi ketergantungan pada ekspor dari Jepang dan memungkinkan perusahaan untuk memasok baja bermutu tinggi secara lokal. Rencana tersebut juga mencakup pembangunan fasilitas baja baru di AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Meksiko tolak ‘patuhi’ ancaman AS terkait impor ternak
Indonesia
•
28 Apr 2025

Pertumbuhan berkualitas tinggi China dorong kuat pertumbuhan global
Indonesia
•
20 Jan 2024

Pemerintah usulkan pembangunan fasilitas pencampuran batu bara penuhi kewajiban domestik
Indonesia
•
16 Nov 2021

Peru ingin belajar pengembangan sawit Indonesia
Indonesia
•
24 Dec 2019


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
