
Nilai perdagangan kota Shenzhen dengan ASEAN tembus 1.028 triliun rupiah pada 2022

Foto tak bertanggal ini menunjukkan para staf bea cukai Shenzhen, China selatan, melakukan inspeksi di sebuah perusahaan peralatan medis setempat untuk memastikan produknya yang akan diekspor sesuai dengan standar ASEAN. (Xinhua)
Nilai impor-ekspor Shenzhen dengan negara-negara ASEAN menembus 469,7 miliar yuan (sekira 1.028 triliun rupiah), atau meningkat 12,9 persen (yoy), dalam 10 bulan pertama 2022.
Shenzhen, China (Xinhua) – Di pabrik milik Shenzhen Dimai Biotechnology Co., Ltd. yang terletak di Distrik Guangming, Kota Shenzhen, China selatan, para staf sedang sibuk merakit dan menguji coba peralatan Diagnostik in Vitro (IVD), yang siap dikemas dan dikirim ke berbagai negara, termasuk beberapa negara Asia Tenggara."Produk kami dijual ke 120 lebih negara dan kawasan. Tahun ini kami mencatat nilai impor-ekspor sebesar 270 juta yuan. Khususnya untuk ekspor ke Thailand dan Malaysia, nilainya masing-masing meningkat lebih dari 100 persen. Sementara nilai ekspor ke Indonesia dan Vietnam juga meningkat lebih dari 40 persen secara tahunan (year on year/yoy)," kata Dai Huanqiu, wakil manajer umum untuk bisnis luar negeri dari perusahaan Dimai.Kesuksesan Dimai merupakan salah satu contoh keberhasilan perdagangan Shenzhen dengan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Dengan memanfaatkan keunggulan geografisnya yang berdekatan dengan negara-negara Asia Tenggara, Shenzhen, yang merupakan pusat teknologi dan innovasi China, makin mempererat hubungan perdagangan dengan ASEAN, dan kerja sama kedua pihak mencapai keberhasilan yang menonjol.Menurut data statistik dari bea cukai Shenzhen, dalam 10 bulan pertama tahun ini, nilai impor-ekspor Shenzhen dengan negara-negara ASEAN menembus 469,7 miliar yuan (sekira 1.028 triliun rupiah), atau meningkat 12,9 persen (yoy). Nilai impor-ekspor kota tersebut dengan Indonesia mencapai 29,96 miliar yuan, naik lebih dari 20 persen (yoy).Perdagangan peralatan medis dan produk-produk elektromekanis menjadi salah satu sektor utama baru dalam impor-ekspor Shenzhen dengan ASEAN. Shenzhen mengimpor suku cadang dalam jumlah yang besar untuk manufaktur produk elektromekanis dari Thailand dan Indonesia serta negara-negara lain, dan mengekspor sejumlah produk mutakhir ke negara-negara ASEAN.Salah satu contohnya, Shenzhen Xinlikang Supply Chain Management Co., Ltd. baru-baru ini mengimpor 100.000 komponen elektronik dari Thailand, yang sudah diperiksa oleh bea cukai Shenzhen dan dikirim ke pabriknya."Industri manufaktur perlengkapan elektronik membutuhkan banyak komponen. Tahun ini kami mengimpor komponen elektronik dari Thailand dan Indonesia yang nilainya mencapai lebih dari 1,4 miliar yuan, meningkat sekitar 17 persen secara tahunan," menurut Chen Ming dari perusahaan tersebut.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sejumlah staf bea cukai Shenzhen, China selatan, memeriksa buah srikaya yang diimpor dari Indonesia. (Xinhua/Lin Li)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pelabuhan di China buka jalur pengiriman langsung impor buah ceri asal Chile
Indonesia
•
13 Jan 2023

Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada Q3 2023, namun tetap solid
Indonesia
•
07 Nov 2023

Feature – Keharuman rempah-rempah datangkan kemakmuran ke China selatan
Indonesia
•
10 Dec 2024

Pemkab akui terbantu dengan kegiatan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Korwil Bogor
Indonesia
•
25 Jul 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
