
NASA tunda misi Artemis I ke Bulan karena masalah mesin

Roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System/SLS) NASA dengan wahana antariksa Orion terlihat di atas mobile launcher di Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, pada 17 Agustus 2022. (Xinhua/NASA)
Peluncuran nirawak ini merupakan misi pertama dalam program Artemis ke Bulan, yang diharapkan akan mendaratkan astronaut NASA di Bulan dalam misi ketiganya pada 2025.
Jakarta (Indonesia Window) – NASA pada Senin (29/8) menunda peluncuran misi Artemis I ke Bulan karena masalah pada mesin.Peluncuran roket Bulan raksasa dan wahana antariksa terintegrasi Orion milik NASA tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada Senin pukul 08.33 Eastern Daylight Time (EDT) atau 19.33 WIB dari Kennedy Space Center di Florida.Hitung mundur dua hari sebelum peluncuran dimulai pada Sabtu (27/8), yang kemudian dibatalkan setelah kesulitan membawa salah satu dari empat mesin RS-25 di bagian bawah tahap inti roket tersebut ke kisaran suhu yang tepat untuk lepas landas, ungkap NASA."Peluncuran Artemis I tidak akan dilakukan hari ini karena tim sedang menangani masalah pada mesin. Tim akan terus mengumpulkan data," cuit NASA di Twitter pada Senin (29/8).Mesin 3 tidak dikondisikan dengan benar melalui proses bleed, dan para teknisi sedang memecahkan masalah tersebut, kata NASA.Pengontrol peluncuran terus mengevaluasi mengapa tes bleed untuk membawa mesin RS-25 di bagian bawah tahap inti ke kisaran suhu yang tepat untuk lepas landas tidak berhasil, dan kehabisan waktu dalam kurun waktu dua jam untuk melakukan peluncuran, menurut informasi terbaru dari NASA. "Para teknisi terus mengumpulkan data tambahan."Tim manajemen misi akan mengadakan rapat pada Selasa (30/8) sore untuk membahas data dan mengembangkan rencana ke depan, menurut badan antariksa itu.Kemungkinan peluang berikutnya untuk mengirim roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System/SLS) dan Orion untuk menjalankan misinya adalah Jumat (2/9), selama periode dua jam peluncuran yang dimulai pada pukul 12.48 EDT, menurut NASA. Kesempatan berikutnya adalah Senin (5/9) pekan depan."Terlalu dini untuk mengatakan apa saja opsinya," kata Manajer Misi Artemis Mike Sarafin pada konferensi pers NASA. "Kami benar-benar membutuhkan waktu untuk memeriksa semua informasi, semua data. Kami akan mengerahkan segala upaya. Kami belum siap untuk menyerah."Dikatakan oleh Sarafin bahwa tim peluncuran mengetahui uji bleed itu berisiko karena mereka tidak dapat melakukannya dalam uji persiapan sebelumnya yang menyimulasikan peluncuran, dan Senin adalah kali pertama untuk mendemonstrasikannya.Tim itu juga melihat masalah pada katup ventilasi di tangki bagian dalam, dan kombinasi masalah ini meyakinkan tim bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu, menurut Sarafin.Baik roket SLS maupun wahana antariksa Orion tetap dalam konfigurasi yang aman dan stabil, menurut NASA.Peluncuran nirawak ini merupakan misi pertama dalam program Artemis ke Bulan, yang diharapkan akan mendaratkan astronaut NASA di Bulan dalam misi ketiganya pada 2025.Ketika Artemis I diluncurkan, Orion akan melakukan perjalanan sekitar 1,3 juta mil (sekitar 2 juta kilometer) selama 42 hari. Saat kembali ke Bumi, kapsul itu akan mendarat di perairan (splashdown) di Samudra Pasifik, jelas NASA.Tujuan utama Artemis I adalah untuk mendemonstrasikan sistem Orion di lingkungan luar angkasa dan memastikan kepulangan kembali (re-entry), penurunan (descent), splashdown, dan pemulihan (recovery) dengan aman sebelum penerbangan berawak pertama di Artemis II, menurut NASA.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti China rancang sistem AI-Chemist untuk fasilitasi eksperimen kimia
Indonesia
•
20 Oct 2022

CNSA sebut China terbuka melakukan pertukaran antariksa dengan AS
Indonesia
•
23 Dec 2023

Peneliti China rancang solusi untuk kestabilan komunikasi pada kereta ultracepat
Indonesia
•
11 Dec 2024

Mesir temukan pemakaman berusia 3.400 tahun di Minya
Indonesia
•
18 Oct 2023


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
