Peneliti China kembangkan metode rehabilitasi stroke berbasis VR

Seorang pria menjajal perangkat realitas virtual (virtual reality/VR) di Pameran Industri Budaya Internasional China (Shenzhen) yang digelar di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 29 Desember 2022. (Xinhua/Mao Siqian)
Metode rehabilitasi stroke melalui pemanfaatan teknik realitas virtual (virtual reality/VR) dianggap dapat meningkatkan secara signifikan pelatihan citra motorik (motor imagery training) dengan menciptakan ilusi aksi yang kuat untuk stimulasi sensoris pusat.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China mengembangkan metode baru untuk memfasilitasi rehabilitasi stroke melalui pemanfaatan teknik realitas virtual (virtual reality/VR), menurut sebuah artikel penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal IEEE Transactions on Visualization and Computer Graphics.Tiga bulan pasca-stroke merupakan periode emas untuk rehabilitasi dan sangat penting bagi pemulihan fungsi motorik dan perbaikan (remodeling), kata Li Xiaoguang, peneliti dalam artikel tersebut sekaligus profesor di Universitas Beihang. Meski demikian, pemulihan yang sebagian besar berupa rehabilitasi pasif itu tidak cukup memuaskan, mengingat sebagian besar pasien stroke tahap awal memiliki kapasitas motorik yang terbatas dan sedikit opsi pelatihan terapeutik.Menurut artikel penelitian tersebut, teknik-teknik VR dianggap dapat meningkatkan secara signifikan pelatihan citra motorik (motor imagery training) dengan menciptakan ilusi aksi yang kuat untuk stimulasi sensoris pusat.Para peneliti dari Universitas Beihang menggunakan elektromiografi permukaan (surface electromyography/sEMG) gerakan pergelangan tangan kontralateral untuk memicu gerakan pergelangan kaki virtual melalui pendekatan berbasis data yang disempurnakan dengan sinyal sEMG yang kontinu untuk rekognisi niatan yang cepat dan akurat.Sistem interaktif VR dapat memberikan pelatihan umpan balik bagi pasien stroke tahap awal meskipun tidak ada gerakan pergelangan kaki yang aktif, kata artikel tersebut.Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan kondisi dua dimensi (2D), VR meningkatkan secara signifikan derajat ilusi kinestetik dan penguasaan tubuh pasien, serta meningkatkan kinerja citra motorik dan memori motorik.Selain itu, menggunakan sinyal sEMG pergelangan tangan kontralateral sebagai sinyal pemicu untuk gerakan pergelangan kaki virtual dapat meningkatkan perhatian dan motivasi pasien yang berkelanjutan saat melakukan tugas-tugas repetitif, urai artikel tersebut.Sebanyak 64 pasien stroke tahap awal berpartisipasi dalam uji klinis ini. Sistem interaktif VR membantu lebih dari 95 persen pasien tersebut mencapai kinerja citra motorik yang jelas.Penelitian ini memberikan opsi efektif untuk pelatihan rehabilitasi aktif bagi pasien hemiplegia parah pada tahap awal.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Airbus luncurkan proyek daur ulang pesawat global pertamanya di China barat daya
Indonesia
•
26 Jan 2024

Populasi penguin Adelie di lepas pantai Antarktika timur turun drastis
Indonesia
•
12 Oct 2022

Sampah "styrofoam" dominasi muara sungai Jakarta
Indonesia
•
13 Dec 2019

Science and Technology Daily ungkap 10 kemajuan ilmiah teratas China edisi 2023
Indonesia
•
27 Dec 2023
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
