Menag RI apreasiasi pemerintah Saudi, tekankan peran lulusan LIPIA dalam dakwah Islam

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan sambutan pada acara Wisuda Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) angkatan 50, 51, 52, dan 53, di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)

Lulusan LIPIA menerangi cahaya ilmu di Indonesia, dan keberadaan lembaga pendidikan tinggi ini mencerminkan hubungan baik antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, mengapreasiasi dukungan dan upaya pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam menyelenggarakan pendidikan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), yang telah menghasilkan lulusan dengan kemampuan ber-Bahasa Arab yang mumpuni.

“Mereka (para lulusan LIPIA) diharapkan akan menjadi guru-guru di sekolah, mengajari masyarakat kita Bahasa Arab. Karena Bahasa Arab sangat penting untuk memahami Islam. Karena Al-Qur’an itu ber-Bahasa Arab, hadits itu ber-Bahasa Arab. Bagaimana mungkin kita bisa mandalami Islam kalau kita tidak bisa ber-Bahasa Arab,” ujar Menag Nasaruddin dalam wawancara doorstop, usai menghadiri prosesi wisuda LIPIA angkatan 50, 51, 52, dan 53, di Jakarta, Selasa (28/4).

Lebin lanjut, Menag RI juga menekan, kehadiran ahli Bahasa Arab sangat penting untuk menguatkan pemahaman Umat Islam di Indonesia.

“Sekali lagi terima kasih kepada pemerintah Saudi Arabia,” ujarnya.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah H. Amodi, menyampaikan sambutan pada acara Wisuda Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) angkatan 50, 51, 52, dan 53, di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah H. Amodi, berharap para lulusan LIPIA dapat menjadi contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat.

“Para lulusan LIPIA bisa menyebarkan agama Islam yang toleran, Islam yang mudah, Islam yang dicintai, dan Islam yang menebarkan kasih sayang, khususnya di negeri kita, Indonesia,” ucapnya.

Berkaitan dengan pengembangan pendidikan Islam di LIPIA, Dubes Faisal Amodi mengatakan, pihaknya akan mempelajari kemungkinan untuk menambah cabang-cabang ilmu di lembaga pendidikan yang telah berdiri di Indonesia sejak 1980 silam tersebut.

LIPIA di Jakarta merupakan cabang dari Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud di Riyadh, Arab Saudi. Dengan fokus utama pengajaran Bahasa Arab dan Islam, LIPIA saat ini membuka empat jurusan, yakni Syariah, Ekonomi Islam, Sastra Arab, dan D2 I'dad Lughowi atau Persiapan Bahasa.

“Lulusan LIPIA menerangi cahaya ilmu di Indonesia, dan keberadaan LIPIA mencerminkan hubungan baik antara Indonesia dan Arab Saudi,” tegas Dubes Arab Saudi.

Dekan LIPIA, Dr. Waled bin Abdullah Al Othman, menyampaikan sambutan pada acara Wisuda Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) angkatan 50, 51, 52, dan 53, di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)

Sebelumnya, dalam sambutan pada acara wisuda tersebut, Dekan LIPIA, Dr. Waled bin Abdullah Al Othman, mengatakan, LIPIA melepaskan 2.998 wisudawan putra dan putri.

“Kami juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Pemerintah Republik Indonesia atas komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan dan dukungannya terhadap lembaga-lembaga akademik,” ujarnya.

Dekan LIPIA juga menyebutkan peran besar Kementerian Agama RI yang telah membangun kerja sama yang konstruktif dalam mendukung misi serta pengembangan institusi tersebut di tengah masyarakat Indonesia.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait