
Tesla akan bangun megapabrik penyimpanan energi di Shanghai

Gambar yang diabadikan oleh sebuah satelit seri Gaofen pada 3 Maret 2022 ini menunjukkan Gigafactory Tesla di Kawasan Baru Lingang di Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Shanghai) China di Shanghai, China timur. (Xinhua)
Megapabrik penyimpanan energi Tesla di Shanghai, China, akan memproduksi 10.000 unit Megapack setiap tahun, setara dengan penyimpanan energi sebesar sekitar 40 GWh, untuk memenuhi permintaan seluruh dunia.
Shanghai, China (Xinhua) – Produsen mobil Amerika Serikat (AS) Tesla Inc. pada Ahad (9/4) mengumumkan bahwa pihaknya akan membangun sebuah megapabrik baru di Shanghai, yang akan didedikasikan untuk memproduksi produk penyimpanan energi perusahaan itu, Megapack.Pabrik baru tersebut dijadwalkan akan mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini dan memulai kegiatan produksi pada kuartal kedua 2024, ungkap Tesla dalam sebuah upacara penandatanganan proyek di Shanghai.Pada tahap awal, pabrik baru itu akan memproduksi 10.000 unit Megapack setiap tahun, setara dengan penyimpanan energi sebesar sekitar 40 GWh. Produk-produk tersebut akan dijual ke seluruh dunia.Pabrik baru itu akan dibangun di Area Khusus Lin-gang di Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Shanghai) China.Pembangunan pabrik tersebut diperkirakan akan menciptakan klaster industri baru dengan nilai lebih dari 100 miliar yuan, kata Lu Yu, seorang pejabat dari Administrasi Area Khusus Lin-gang.Zhuang Mudi, wakil sekretaris jenderal pemerintah Kota Shanghai, mengatakan proyek itu akan membantu mendorong perkembangan industri penyimpanan energi baru serta transformasi hijau dan rendah karbon di Shanghai.Pada Januari 2019, Tesla membuat terobosan di Gigafactory Shanghai, menjadi perusahaan pertama yang merasakan keuntungan dari kebijakan baru yang memungkinkan produsen mobil asing mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya di China.Sebagai Gigafactory pertama Tesla di luar AS, pabrik tersebut mengirimkan 710.000 unit kendaraan pada 2022, meningkat 48 persen dari 2021. Pabrik itu telah menjadi pusat ekspor kendaraan utama Tesla, dengan penjualan mobil listrik yang baik di Asia-Pasifik, Eropa, dan kawasan lainnya.Sejak 2019, Tesla terus meningkatkan investasi di Lingang, meningkatkan kapasitas produksi pabrik Shanghai, serta membangun lebih banyak fasilitas termasuk pabrik manufaktur supercharger.Berkat lingkungan bisnis yang sangat baik di Shanghai dan Area Khusus Lingang, Gigafactory Tesla Shanghai memiliki tingkat pelokalan rantai industri yang melampaui 95 persen, kata Tao Lin, Wakil Presiden Tesla.*1 yuan = 2.172 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bank Sentral Australia peringatkan guncangan ekonomi global bakal makin sering terjadi
Indonesia
•
08 Jul 2026

Industri energi terbarukan China terus jadi yang terdepan secara global
Indonesia
•
14 Feb 2023

Filipina kirim ekspor pertama durian segar ke China
Indonesia
•
09 Apr 2023

Irak ekspor lebih dari 106 juta barel minyak mentah pada Juli 2023
Indonesia
•
03 Aug 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
