Merger Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines lolos tinjauan regulasi antimonopoli

Sebuah pesawat milik maskapai Alaska Airlines lepas landas dari Bandar Udara Internasional San Francisco di San Francisco, Amerika Serikat, pada 4 April 2024. (Xinhua/Li Jianguo)
Maskapai Amerika Serikat Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines telah lolos tinjauan regulasi yang penting bagi rencana penggabungan operasi mereka.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Maskapai Amerika Serikat (AS) Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines telah lolos tinjauan regulasi yang penting bagi rencana penggabungan operasi mereka, ungkap Alaska Airlines."Kesepakatan senilai hampir 2 miliar dolar AS tersebut, yang merupakan merger maskapai pertama dalam kurun hampir satu dekade terakhir, diharapkan dapat secara signifikan memperluas pilihan perjalanan di daratan AS dari Hawaii dan memperluas kehadiran Alaska Airlines di kancah internasional," tulis The Washington Post dalam laporannya pada Selasa (20/8) mengenai merger tersebut.Tenggat waktu semalam bagi Departemen Kehakiman AS untuk mengajukan gugatan yang menghalangi merger tersebut telah berlalu tanpa ada pengumuman bahwa institusi tersebut akan menggugat. Pernyataan dari Alaska Airlines dan gubernur Hawaii mengatakan bahwa kesepakatan tersebut telah mencapai tonggak penting. Sementara itu, Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan keterangan, ungkap laporan The Washington Post.Dalam rilis pers pada Senin (19/8) malam waktu setempat, Alaska Airlines mengatakan bahwa periode waktu bagi Departemen Kehakiman AS untuk menyelesaikan investigasi regulasinya terkait usulan merger antara Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines "telah berakhir."Namun, merger tersebut masih harus disetujui oleh Departemen Transportasi AS, lanjut Alaska Airlines.Pengumuman tersebut cukup mengejutkan bagi beberapa pihak di industri ini, mengingat janji pemerintahan Biden untuk mengawasi merger di industri-industri yang sebagian besar pangsa pasarnya dikuasai oleh beberapa perusahaan, atau industri yang sangat terkonsentrasi.Pada Desember tahun lalu, Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines mengumumkan rencana untuk menggabungkan operasi, atas dasar pertimbangan bahwa dalam industri di mana empat maskapai besar, yakni American Airlines, Delta Air Lines, Southwest Airlines, dan United Airlines, menguasai 80 persen pangsa pasar, tidak ada pilihan lain selain bergabung.Departemen Kehakiman AS membuka tinjauan terhadap kesepakatan tersebut pada Februari tahun ini. Menurut sebuah dokumen regulasi, Alaska Airlines dan Hawaiian Airlines awalnya meminta keputusan pada 5 Agustus, tetapi kemudian setuju untuk memperpanjang tenggat waktu hingga 15 Agustus.*1 dolar AS = 15.480 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Forum layanan keuangan Sibos 2024 akan digelar di Beijing
Indonesia
•
06 Apr 2023

Feature – Kota Xingren di China barat daya kerahkan upaya maksimal untuk kembangkan industri beras biji Coix
Indonesia
•
25 Oct 2024

Pelabuhan darat di China timur laut tangani 15.000 kereta kargo China-Eropa
Indonesia
•
19 Jan 2022

Teknologi ‘Carbon Capture Storage’ kunci keberlanjutan industri migas di era transisi energi
Indonesia
•
21 May 2025
Berita Terbaru

Kunjungan turis China ke Indonesia capai 1,34 juta, naik 12 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026
