
Marco Rubio: AS dan Iran akan lanjutkan perundingan teknis di Swiss pekan depan

Foto yang diabadikan pada 21 Juni 2026 ini menunjukkan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis di resor pegunungan Buergenstock di Swiss tengah menjelang perundingan yang dijadwalkan dengan Amerika Serikat. (Xinhua/Departemen Federal Urusan Luar Negeri Swiss)
Kuwait City, Kuwait (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Rabu (24/6) di Kuwait City mengatakan bahwa perundingan teknis antara AS dan Iran diperkirakan akan dilanjutkan pekan depan, kemungkinan pada 29 atau 30 Juni di Swiss.
Rubio mengumumkan hal tersebut dalam kunjungan resmi ke Kuwait, di mana dia bertemu dengan emir Kuwait, Syekh Mishal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, lansir Kantor Berita Kuwait.
Pertemuan itu berfokus pada kerja sama bilateral dan perkembangan regional, demikian dilaporkan kantor berita tersebut.
Saat berbicara kepada reporter di Kuwait City, Rubio mengatakan AS tetap berkomitmen untuk melakukan koordinasi erat dengan mitra-mitranya di Teluk.
Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perundingan teknis yang akan datang.
Kunjungan Rubio ke Kuwait merupakan bagian dari tur regional yang berlangsung selama tiga hari dari Selasa (23/6) hingga Kamis (25/6), yang mencakup Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, di mana dia dijadwalkan menghadiri pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk tentang keamanan regional.
Sebelum bertemu dengan sang emir, Rubio menghadiri upacara pengibaran bendera di Kedutaan Besar AS di Kuwait, yang menandai pembukaan kembali kantor kedutaan tersebut setelah ditutup selama hampir empat bulan.
Kedutaan Besar AS di Kuwait sempat menghentikan sementara layanannya menyusul serangan drone dan rudal pada awal Maret yang terjadi di tengah konflik regional terbaru.
Pihak kedutaan itu mengatakan melalui platform media sosial X bahwa pihaknya secara resmi kembali beroperasi pada Rabu tengah malam waktu setempat dan akan mulai memberikan layanan darurat kepada warga negara AS, sementara layanan konsuler lainnya akan dipulihkan secara bertahap.
Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang bertujuan mengakhiri konflik di semua front, termasuk di Lebanon.
Pada Ahad (21/6), delegasi Iran dan AS mengadakan konsultasi tingkat tinggi di Swiss mengenai implementasi MoU tersebut, yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar. Perundingan teknis dilanjutkan pada Senin (22/6).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

IAEA: Fasilitas nuklir tidak pernah boleh diserang
Indonesia
•
16 Jun 2025

Laporan sebut tank Israel lintasi ‘pagar teknis’ sepanjang perbatasan Israel-Lebanon
Indonesia
•
25 Jan 2023

Militer Sudan dan RSF sepakat perpanjang gencatan senjata selama 72 jam
Indonesia
•
01 May 2023

Fokus Berita – Reaksi dunia terhadap usulan Trump untuk ambil alih Gaza
Indonesia
•
07 Feb 2025


Berita Terbaru

Senat AS loloskan resolusi kewenangan perang Iran, batasi Trump lancarkan operasi militer baru
Indonesia
•
24 Jun 2026

Perundingan teknis Iran-AS akan dilanjutkan pada 30 Juni
Indonesia
•
25 Jun 2026

PBB: Kekurangan dana bantuan ancam pasokan air minum bagi 330.000 warga Gaza
Indonesia
•
25 Jun 2026

Israel tegaskan tak akan mundur dari Lebanon selatan, meski diminta AS
Indonesia
•
25 Jun 2026
