
Lupa mimpi indikasikan risiko awal penyakit Alzheimer

Seorang warga lanjut usia yang duduk di kursi roda terlihat di sebuah jalan di Canberra, Australia, pada 7 September 2023. (Xinhua/Chu Chen)
Kegagalan mengingat mimpi di usia lanjut dapat mengindikasikan perubahan biologis awal yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Kegagalan mengingat mimpi di usia lanjut dapat mengindikasikan perubahan biologis awal yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer, ungkap sebuah penelitian baru di Australia.
Menurut pernyataan dari Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) di Universitas New South Wales yang dirilis pada Rabu (8/4), orang-orang yang tidak mengingat mimpinya mengalami penurunan kognitif dua kali lebih cepat dibanding mereka yang mampu mengingat mimpinya.
Temuan ini menunjukkan bahwa mengingat mimpi merupakan indikator awal yang sederhana namun kuat, tutur Darren Lipnicki, research fellow dari CHeBA sekaligus penulis utama studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer's & Dementia: Diagnosis, Assessment & Disease Monitoring.
"Orang lanjut usia yang tidak mengingat mimpinya mungkin sudah menunjukkan tanda-tanda awal penyakit Alzheimer, meskipun ingatan mereka masih tampak normal," kata Lipnicki.
"Perubahan-perubahan ini tampaknya mencerminkan gangguan pada jaringan mode default otak, sistem yang sama yang terlibat dalam mimpi dan penyakit Alzheimer," ujarnya.
Para peneliti menemukan bahwa kemampuan yang buruk dalam mengingat mimpi berkaitan erat dengan gen APOE ε4, faktor risiko genetik utama untuk penyakit Alzheimer, dan dengan level penanda biologis darah p-tau217 yang lebih tinggi, terlepas dari kinerja memori.
"Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa otak menghasilkan mimpi yang lebih sedikit atau lebih tidak jelas sejak awal karena perubahan neurodegeneratif dini," kata Lipnicki.
Para partisipan yang melaporkan tidak dapat mengingat mimpi pada awal penelitian juga menghadapi kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami demensia dalam dekade berikutnya, kata para peneliti.
Karena kemampuan mengingat mimpi dapat dinilai hanya dengan satu pertanyaan, mereka mengatakan bahwa hal ini dapat menawarkan cara yang hemat biaya dan terukur untuk membantu mengidentifikasi orang-orang yang berisiko terkena Alzheimer jauh lebih awal daripada metode-metode yang ada saat ini.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar sebut mengonversi CO2 jadi karbohidrat dapat redam perubahan iklim
Indonesia
•
05 Jun 2023

Fosil embrio kura-kura berusia 100 juta tahun ditemukan di China bagian tengah
Indonesia
•
22 Aug 2021

Feature – Tak perlu tutup jalan, teknologi China bikin jembatan ‘pintar’ bisa pantau kondisinya sendiri
Indonesia
•
17 Jul 2026

Mineral tanah jarang yang baru ditemukan di Mongolia Dalam merupakan ‘logam magnet’
Indonesia
•
21 Jul 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
