
Layanan konsumen China bukukan pemulihan kuat selama liburan Tahun Baru

Orang-orang menikmati sajian prasmanan di sebuah pusat perbelanjaan di Tianjin, China utara, pada 31 Desember 2022, hari pertama liburan Tahun Baru. (Xinhua/Zhao Zishuo)
Layanan konsumen di China, termasuk restoran dan pusat-pusat perbelanjaan, dibuka menyusul penerapan langkah-langkah respons COVID-19 yang dioptimalkan di negara itu, dengan total konsumsi luring (offline) di Shanghai saja, mencapai 12,01 miliar yuan dari 31 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.
Beijing, China (Xinhua) – Saat restoran-restoran kembali membuka layanan makan di dalam ruangan dan pusat perbelanjaan kembali dibuka menyusul penerapan langkah-langkah respons COVID-19 yang dioptimalkan di China, kota-kota di seluruh negara itu telah kembali ke hiruk pikuk keramaian biasanya."Pada Malam Tahun Baru, pelanggan mulai mengantre pada siang hari," kata Sha Jingjing, manajer sebuah restoran hotpot di Distrik Chaoyang, Beijing. "Kami menerima lebih dari 1.000 pengunjung yang menyantap makanan di dalam ruangan pada hari itu, yang membuat kami lebih percaya diri pada bisnis kami."Yang Xiulong, Ketua Dewan Restoran Yan Beijing, sebuah jaringan restoran kelas atas dengan 30 cabang di ibu kota China, mengatakan bahwa dirinya merasakan hal serupa. "Saya pikir industri katering akan membutuhkan waktu untuk pulih. Namun, melihat situasi saat ini, saya yakin proses pemulihannya pasti akan pesat," ujarnya.Di Guijie, sebuah jalan terkenal di kalangan pecinta udang karang (crawfish) pedas dan penggemar kudapan tengah malam, banyak bisnis kembali beroperasi nonstop.Sejumlah tujuan perjalanan populer seperti kota resor Sanya atau Zhangjiakou, tempat yang menawarkan beragam olahraga salju dan es, menyambut masuknya wisatawan selama tiga hari liburan Tahun Baru, dengan banyak hotel yang sudah penuh dipesan. Para staf di Pullman Resort Xishuangbanna di Provinsi Yunnan mengatakan bahwa kamar-kamar populer telah dipesan satu pekan sebelum liburan dimulai.Vitalitas ekonomi juga telah terlihat di pusat-pusat perbelanjaan dan toserba yang dipadati pengunjung. Sistem pemantauan yang dikembangkan oleh Baidu Maps menunjukkan bahwa indeks kemacetan pusat perbelanjaan di kota-kota seperti Chongqing, Xi'an, Beijing, dan Shenzhen meningkat secara signifikan pada 1 Januari.Menurut Laboratorium Mahadata Pasar Konsumen (Shanghai), total konsumsi luring (offline) Shanghai mencapai 12,01 miliar yuan dari 31 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023.Bisnis-bisnis di banyak kota telah mengeluarkan kupon konsumsi untuk menarik pembeli. Pada akhir Desember, Hohhot di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, mengeluarkan voucer dengan total nilai hingga 38 juta yuan, mencakup konsumsi di sejumlah sektor seperti retail, katering, peralatan rumah tangga, mobil, dan e-commerce.Sebuah outlet belanja setempat mencatat peningkatan arus pelanggan yang signifikan selama liburan Tahun Baru, yang menyambut lebih dari 30.000 orang per hari. "Kami mengadakan banyak promosi, dan kupon yang dikeluarkan oleh pemerintah juga membantu menggenjot penjualan kami," ujar Yang Haiyan, Manajer Outlet Wangfujing di Hohhot.Guo Hongtu, seorang pejabat biro perdagangan Hohhot, mengatakan arus pelanggan di pusat perbelanjaan, pasar swalayan, dan restoran di kota itu telah pulih hingga 70 persen dari tingkat normal.*1 yuan = 2.282 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak turun, investor tunggu kebijakan OPEC+ dan fokus ke Arab Saudi
Indonesia
•
02 Jun 2022

Nepal laporkan pertumbuhan terendah dalam 7 tahun pada Q1 tahun 2022-23
Indonesia
•
28 Feb 2023

PT DI ekspor pesawat transpor militer CN235-220 ke Nepal
Indonesia
•
30 Oct 2019
Kemenkop siap kembangkan ekonomi syariah melalui koperasi
Indonesia
•
24 Mar 2025


Berita Terbaru

GAC perluas jaringan dealer di Indonesia, pengguna mobil listrik tembus 10.000
Indonesia
•
28 Jun 2026

Xpeng luncurkan X9 Facelift dan G6 AWD di Indonesia, siapkan ekspansi dealer
Indonesia
•
28 Jun 2026

Inflasi yoy Iran tembus 88,6 persen
Indonesia
•
28 Jun 2026

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026
