
China desak AS berhenti karang dan sebarkan informasi palsu tentang negara lain

Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2024 ini menunjukkan suasana pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-77 di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Laporan Reuters menyebutkan bahwa militer AS melancarkan kampanye hitam terhadap China saat puncak pandemik COVID-19, yang "bertujuan untuk menabur keraguan mengenai keamanan dan kemanjuran vaksin serta bantuan penyelamat nyawa lainnya yang dipasok oleh China."
Beijing, China (Xinhua) – China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mengarang dan menyebarkan informasi palsu tentang negara lain, demikian dikatakan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada Senin (17/6).Pernyataan itu disampaikan Lin ketika diminta mengomentari laporan Reuters yang mengatakan militer AS melancarkan kampanye hitam terhadap China saat puncak pandemik COVID-19.Sebuah investigasi Reuters menemukan bahwa kampanye tersebut "bertujuan untuk menabur keraguan mengenai keamanan dan kemanjuran vaksin serta bantuan penyelamat nyawa lainnya yang dipasok oleh China.""Kami tidak melakukan pekerjaan yang baik dalam berbagi vaksin dengan para mitra kami," kata seorang perwira senior militer AS yang terlibat langsung dalam kampanye tersebut kepada Reuters, menurut laporan itu. "Jadi yang bisa kami lakukan hanya menciptakan kecurigaan terhadap China."Dikatakan Lin, hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa menyebarkan informasi palsu dengan memanipulasi media sosial, meracuni lingkungan opini publik, dan mencemari citra negara lain adalah praktik yang biasa dilakukan AS. "China dengan tegas menentang hal ini," katanya.Kata-kata pejabat senior militer AS tersebut telah mengungkap kebenaran, serta niat AS melancarkan kampanye disinformasi terhadap negara lain, kata sang jubir."Sederhananya, jika AS ingin membendung dan menekan suatu negara, mereka akan mengabaikan kebenaran dan mengoordinasikan berbagai sumber daya untuk menjatuhkan dan memfitnah negara tersebut," kata Lin.Dia menggarisbawahi bahwa taktik ini tidak hanya digunakan terhadap vaksin China. Kampanye disinformasi juga telah diluncurkan di berbagai bidang, termasuk upaya untuk mendiskreditkan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) yang populer dan menyebarkan rumor tentang apa yang disebut kelebihan kapasitas (overcapacity) dalam industri kendaraan energi baru China, yang sebenarnya merupakan peningkatan pesat dalam pasokan dan permintaan.Lin menuturkan pendekatan ini tidak mencerminkan kemampuan AS yang kuat. Sebaliknya, hal ini hanya mengekspos hegemoni dan kemunafikan AS."Masyarakat internasional harus tetap membuka mata dan mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai tindakan yang dilakukan AS," kata jubir itu lebih lanjut.China berharap AS akan memperbaiki mentalitasnya saat ini dan memikul tanggung jawabnya sebagai negara besar, ujar Lin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Bantuan militer AS ke Israel lampaui 21 miliar dolar AS sejak konflik Gaza meletus
Indonesia
•
08 Oct 2025

Rusia kritik keras reaksi berlebihan AS terkait balon udara China
Indonesia
•
08 Feb 2023

Taiwan kecam perubahan rute penerbangan China tanpa perundingan
Indonesia
•
08 Feb 2024

AS kembali tetapkan Houthi sebagai organisasi teroris
Indonesia
•
18 Jan 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
