China dan negara-negara anggota Teluk sepakat perkuat kemitraan strategis

Foto yang diabadikan pada 7 Desember 2022 ini menunjukkan papan tentang KTT China-Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) di pusat media di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Sui Xiankai)
KTT China-GCC (Gulf Cooperation Council) atau Dewan Kerja Sama Teluk) pada Jumat (9/12) mengeluarkan pernyataan bersama, menekankan pentingnya membawa kemitraan strategis mereka ke era baru di bidang-bidang seperti politik, ekonomi, dan budaya.
Riyadh, Arab Saudi (Xinhua) – China dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) pada Jumat (9/12) sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis mereka.Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) China-GCC yang diselenggarakan di Riyadh, para pemimpin kedua belah pihak menekankan pentingnya membawa kemitraan strategis mereka ke era baru di bidang-bidang seperti politik, ekonomi, dan budaya.Kedua belah pihak menyerukan dukungan timbal balik untuk mewujudkan kepentingan bersama mereka, sementara negara-negara anggota GCC mengatakan akan mendukung upaya China dalam mempromosikan pembangunan ekonomi, serta menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah. Negara-negara anggota GCC juga berjanji untuk mematuhi prinsip Satu China.Kedua belah pihak memuji tinggi kesuksesan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA yang sedang berlangsung, dan memuji peran positif turnamen tersebut dalam mempromosikan pertukaran antarmasyarakat, budaya, serta lintas peradaban. Mereka juga mengutuk serangan keji sejumlah media terhadap Qatar.Para pemimpin menekankan pentingnya dialog komprehensif yang melibatkan negara-negara regional, sebagai upaya untuk menangani isu nuklir Iran dan mendestabilisasi aktivitas regional, mencegah dukungan untuk organisasi teroris, kelompok sektarian, dan badan bersenjata ilegal, mencegah proliferasi rudal balistik dan drone, serta memastikan keamanan jalur perairan internasional dan fasilitas minyak.Mereka menekankan dukungan bagi Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman yang dipimpin oleh Rashad Mohammad Al-Alimi, dan meminta semua pihak di Yaman agar segera memulai negosiasi langsung di bawah bimbingan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan terus mematuhi perjanjian gencatan senjata.Para pemimpin juga mengatakan mereka mendukung kedaulatan keamanan Irak, kemakmuran dan pembangunan yang stabil, serta upaya antiterornya.Kedua belah pihak menekankan pentingnya untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di Afghanistan, serta mendesak otoritas Afghanistan untuk memastikan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan oleh organisasi teroris mana pun atau digunakan untuk mengekspor narkoba.Mereka juga menekankan dukungan terhadap semua upaya internasional yang bertujuan meredakan situasi dan menyelesaikan krisis Ukraina secara politik sesuai dengan hukum internasional dan Piagam PBB, untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta benda, serta menjaga keamanan dan stabilitas regional dan internasional.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Aliansi partai sayap kiri menang pemilu legislatif Prancis, PM janji mengundurkan diri
Indonesia
•
09 Jul 2024

Sekjen PBB: Solusi dua negara satu-satunya jalan keluar bagi konflik Israel-Palestina
Indonesia
•
24 Jan 2024

Pengamat sebut rencana pembuangan limbah nuklir Jepang picu risiko yang tak dapat diterima
Indonesia
•
05 Jul 2023

Exxon akan keluar dari Rusia, tangguhkan investasi lebih lanjut
Indonesia
•
02 Mar 2022
Berita Terbaru

Menlu Rusia: Remiliterisasi Jepang ancam stabilitas Asia-Pasifik
Indonesia
•
04 Feb 2026

Pasangan Clinton setuju bersaksi di komite DPR AS terkait penyelidikan Epstein
Indonesia
•
04 Feb 2026

Penembak mantan PM Jepang Shinzo Abe ajukan banding atas hukuman seumur hidup
Indonesia
•
04 Feb 2026

Presiden Iran perintahkan dimulainya dialog nuklir dengan AS
Indonesia
•
03 Feb 2026
