
Studi di Australia dapati kril antarktika tolak makanan yang terkontaminasi mikroplastik

Foto yang diabadikan pada 27 Desember 2019 ini menunjukkan sampel kril yang dikumpulkan oleh tim ekspedisi Antarktika ke-36 China di atas kapal pemecah es kutub Xuelong 2 di Laut Kosmonaut. (Xinhua/Liu Shiping)
Kril Antarktika adalah hewan laut kecil yang berperan penting dalam rantai makanan dan siklus karbon di lautan, membantu memindahkan sejumlah besar karbon ke perairan dalam melalui makanan dan kotoran mereka.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Kril Antartika dapat menolak untuk mengonsumsi makanan yang terkontaminasi mikroplastik, menurut sebuah studi di Australia yang dipublikasikan pada Rabu (8/10).Para peneliti dari Universitas Tasmania, Australia, mengatakan bahwa mereka mendapati hal itu secara tidak sengaja saat mempelajari produksi "bolus makanan", yaitu massa padat yang dibentuk oleh kril dari makanan yang ditolaknya kemudian tenggelam ke dasar lautan.Saat menguji berbagai makanan di laboratorium, sebuah sampel makanan secara tidak sengaja terkontaminasi mikroplastik dari spons pembersih, dan para peneliti mengatakan bahwa setelah insiden ini, penolakan makanan meningkat tiga kali lipat.Kril Antarktika adalah hewan laut kecil yang berperan penting dalam rantai makanan dan siklus karbon di lautan, membantu memindahkan sejumlah besar karbon ke perairan dalam melalui makanan dan kotoran mereka, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal daring Biology Letters.Penemuan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana polusi dapat mengubah produksi bolus, karena pembentukan bolus meningkat ketika jumlah makanan terlalu banyak atau ketika partikel seperti plastik terperangkap dalam keranjang makanan mereka, kata studi tersebut.Para ilmuwan mengatakan penelitian ini menyoroti bagaimana peningkatan polusi mikroplastik dapat mengubah perilaku makan kril dan berdampak terhadap siklus karbon di Samudra Selatan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China rancang masker yang mampu deteksi virus dalam 10 menit
Indonesia
•
23 Sep 2022

Penggunaan B30 turunkan emisi GRK 14,34 juta ton karbon dioksida
Indonesia
•
17 Jan 2020

Tim peneliti China capai terobosan dalam teknologi pendinginan hijau
Indonesia
•
22 Jan 2026

Rover Perseverance NASA lewati 1.000 hari Mars pengoperasiannya
Indonesia
•
14 Dec 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
