Menag bicara bantuan subsidi upah guru non-ASN di HGN 2025

Komitmen memperhatikan kesejahteraan guru

Puncak peringatan HGN 2025 - Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan . Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah. Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S

Komitmen memperhatikan kesejahteraan guru disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Jakarta pada pada Sabtu (6/12). 

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmen memperhatikan kesejahteraan guru pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu (6/12).

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan, anggaran Bantuan Subsidi Upah bagi guru non-ASN dan non-Sertifikasi dengan total anggaran yang diusulkan sebanyak 270 miliar rupiah.

"Ada rencana penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru non-ASN dan non sertifikasi," ujar Menag.

Selain itu, Kementerian Agama juga tengah menyiapkan bantuan bagi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Selain komitmen memperhatikan kesejahteraan guru, Menag juga memastikan ada kenaikan jumlah guru yang akan menerima tunjangan profesi pada 2026.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Suyitno, melaporkan bahwa Kemenag telah membayarkan tambahan tunjangan sertifikasi guru pada 2025.

"Tambahan tunjangan sebesar 500 ribu rupiah telah diberikan kepada 31.905 guru non-ASN. Selain itu, ada juga peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) yaitu kenaikan lebih dari 600 persen, dengan target mendekati 100 ribu peserta dalam satu angkatan," jelas Suyitno.

“Peningkatan drastis ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan guru profesional bersertifikasi,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Suyitno, Kemenag juga telah menggelontorkan bantuan sebesar 10 miliar rupiah untuk KKG dan MGMP.

Dalam waktu dekat, Kemenag merencanakan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru non-ASN dan non-sertifikasi dengan total anggaran kurang lebih 270 miliar rupiah.

“Bantuan ini, jika disetujui oleh Kementerian Keuangan, akan menjadi dukungan signifikan bagi guru di seluruh lini pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenag,” tandasnya.

Acara yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) dengan tema, ‘Doa Guru dan Donasi untuk Negeri—Merawat Semesta dengan Cinta’ itu dihadiri antara lain oleh ratusan guru binaan kementerian tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait