Indonesia berikan relaksasi tarif nol persen untuk impor elpiji dan plastik selama 6 bulan

Ilustrasi. (Jonathan Chng on Unsplash)

Relaksasi tarif nol persen selama enam bulan untuk impor elpiji (liquefied petroleum gas/LPG) dan bahan baku plastik tertentu bertujuan untuk membantu meredam lonjakan harga di tengah tekanan pasokan global.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia akan memberikan relaksasi tarif nol persen selama enam bulan untuk impor elpiji (liquefied petroleum gas/LPG) dan bahan baku plastik tertentu untuk membantu meredam lonjakan harga di tengah tekanan pasokan global, seperti disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto di Jakarta pada Selasa (28/4).

Dalam sebuah konferensi pers, Airlangga menyampaikan bahwa langkah ini menyasar industri petrokimia, yang telah menghadapi berbagai kesulitan dalam mengamankan pasokan nafta akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Relaksasi ini juga akan mencakup impor polipropilen dan polietilena, imbuhnya.

Airlangga menuturkan bahwa pemerintah menyiapkan langkah-langkah regulasi untuk menyederhanakan prosedur impor serta memastikan pasokan yang berkelanjutan bagi industri tersebut dan sektor pengemasan.

Pemerintah akan mengevaluasi kebijakan tersebut setelah enam bulan, tambah Airlangga.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait