Pengusaha Bogor diharapkan ciptakan ekosistem kreatif, berkelanjutan

Ketua Tim Sarana dan Prasarana Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Dadang Siradzudin (kanan), menerima souvenir dari Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Bogor, Nanang Suriyana (kiri), usai pembukaan Kopdar Bisnis di kawasan Sentul, Bogor, 30 Agustus 2025. (Indonesia Window)
Kolaborasi sudah terjalin dari bawah yaitu dari para pengusaha hingga pemerintah dengan kreativitas dalam sebuah ekosistem.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Para pengusaha di Bogor Raya, Jawa Barat, diharapkan menjadi lebih kreatif dengan memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring dan kemitraan yang berkah serta berkelanjutan.Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Sarana dan Prasarana Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Dadang Siradzudin, pada pembukaan Kopdar Bisnis (temu pengusaha) Bogor Raya, Jawa Barat, dan wilayah sekitarnya, Sabtu, 30 Agustus 2025, di kawasan Sentul.Menurut Dadang, kolaborasi sudah terjalin dari bawah yaitu dari para pengusaha hingga ke pemerintah dengan kreativitas dalam sebuah ekosistem yang sudah terbangun.“Kami berharap pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia dan para pengusaha di wilayah Bogor Raya dapat terus bersilaturahim untuk menciptakan ekosistem yang baik dan kreatif,” kata Dadang yang membuka acara Kopdar Bisinis tersebut.Dadang juga berharap KPMI Korwil Bogor pada kesempatan yang lain dapat bergabung pada kegiatan-kegiaan seperti pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di masa yang akan datang.Kopdar Bisnis KPMI Bogor juga menyelengarakan side event (mini bazaar sebagai pendukung kegiatan tersebut) yang menampilkan berbagai produk pengurus dan anggota komunitas pengusaha Muslim itu.Kegiatan tersebut juga antara lain menghadirkan CEO dan pendiri grup bisnis, Madinah Group Indonesia, Deni Darmawan, yang menyampaikan materi motivasi berjudul ‘Mahabbah Marketing Mindset’.Menurut Deni, jumlah pengusaha Muslim di Indonesia saat ini masih sangat kecil, berkebalikan dengan sejarah yang mencatat Islam masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan.Orientasi sebagian besar masyarakat Indonesia justru condong menjadi pegawai negeri atau karyawan. Sementara itu, hampir 58 persen perekonomian nasional dikuasai oleh konglomerasi besar, baik di sektor formal maupun informal, ungkap Deni,“Akibatnya, Indonesia kerap hanya menjadi target pasar ekonomi global, serta terjebak menjadi konsumen, penonton, bahkan captive market (pasar yang mudah dikuasai).Kopdar Bisnis dentan tema ‘Kita Perkuat Jejaring, Kolaborasi dan Kemitraan Berkelanjutan’ tersebut diselenggarakan oleh KPMI Koordinator Wilayah (Kowil) Bogor dan dihadiri oleh puluhan pengusaha Muslim dari wilayah Bogor dan sekitarnya.Mereka bergerak di berbagai bidang usaha, seperti makanan dan minuman, produk herbal dan kecantikan, jasa perizinan dan legalitas usaha, jual beli dan jasa perbaikan laptop dan telepon seluler, serta jasa media sosial dan media massa.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – ‘Kebuli Pentung Abu Ali’ padukan cita rasa Arab dan China
Indonesia
•
23 Oct 2024

UE denda platform X 120 juta euro dalam putusan pertama pelanggaran UU Layanan Digital
Indonesia
•
07 Dec 2025

IMF: Ekonomi GCC tunjukkan ketangguhan di tengah konflik regional
Indonesia
•
03 Nov 2024

Wawancara – Ekonom Australia sebut RCEP redam tren negatif perdagangan multilateral
Indonesia
•
07 Jun 2023
Berita Terbaru

BMW tarik ratusan ribu unit kendaraan terkait risiko kebakaran akibat ‘starter’
Indonesia
•
13 Feb 2026

Manggis asal Bali siap tambahkan aroma tropis di meja makan masyarakat China saat tahun baru Imlek
Indonesia
•
14 Feb 2026

DFSK sebut Indonesia jadi fondasi penting untuk produksi kendaraan di Asia Tenggara
Indonesia
•
13 Feb 2026

Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia
Indonesia
•
09 Feb 2026
