
Minyak daur ulang dari ‘hotpot’ diubah jadi bahan bakar jet

Beberapa pelanggan menikmati sajian hotpot di sebuah restoran di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 21 Maret 2020. (Xinhua/Li Mengxin)
Kerosin bioaviasi daur ulang dari minyak limbah dapur bersifat aman dan berkelanjutan, dan dibandingkan dengan bahan bakar aviasi tradisional, biofuel yang dipisahkan dari minyak limbah dapur memiliki pengurangan emisi maksimum lebih dari 80 persen.
Chengdu, China (Xinhua) – Di sebuah restoran hotpot yang ramai di Provinsi Sichuan, China barat daya, para pelayan menuangkan setiap panci minyak sisa ke dalam alat pemisah minyak-air berbentuk corong di dapur. Minyak ini kemudian dikirim ke perusahaan-perusahaan energi, termasuk Neste Finlandia, PetroChina dan BP Inggris, untuk disuling menjadi bahan bakar mobil atau pesawat.Mata rantai utama dalam rangkaian proses daur ulang ini adalah Sichuan Jinshang Environmental Protection Technology Company yang berbasis di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan. Perusahaan tersebut mengumpulkan dan memproses minyak sisa dari kota asal hotpot itu, hidangan terkenal yang menyajikan kaldu berminyak yang panas di atas meja yang kemudian digunakan untuk memasak daging dan sayuran.Karena telah lama termasyhur dengan hotpot dan hidangan berminyak lainnya, Chengdu merupakan salah satu produsen minyak daur ulang terbesar di China.Restoran Hotpot Qilin Pangge, salah satu favorit bagi penggemar lokal, melayani sekitar 1.000 pelanggan setiap hari pada saat jam sibuk dan mengumpulkan sekitar 100 hingga 150 kg minyak daur ulang setiap harinya.Limbah dapur tersebut sepenuhnya didaur ulang oleh Jinshang.Perusahaan teknologi lingkungan itu memproduksi lebih dari 100.000 ton minyak campuran grade industri dari minyak limbah daur ulang pada 2022. Produknya telah diekspor ke sejumlah negara, seperti Belanda, Prancis, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Portugal.Ye Bin, manajer umum Jinshang, menyimpan empat botol sampel minyak di mejanya, masing-masing berisi minyak limbah dapur, minyak campuran industri, biodiesel, dan kerosin bioaviasi. Warna minyak tersebut berkisar dari gelap ke terang."Kerosin bioaviasi daur ulang diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi pengurangan emisi industri penerbangan global. Minyak ini aman dan berkelanjutan. Dibandingkan dengan bahan bakar aviasi tradisional, biofuel yang dipisahkan dari minyak limbah dapur memiliki pengurangan emisi maksimum lebih dari 80 persen," kata Ye.Dia mengatakan Jinshang mulai mengekspor minyak limbah dapur ke perusahaan-perusahaan energi luar negeri pada 2015.Dengan meningkatnya permintaan sumber daya hayati daur ulang di seluruh dunia, Jinshang kini memanfaatkan sekitar 70 hingga 80 persen minyak limbah dapur yang didaur ulang di Chengdu untuk produksi biodiesel dan minyak campuran grade industri. Perusahaan itu kemudian memasok produk-produk tersebut ke berbagai perusahaan energi.Menurut Komisi Manajemen Perkotaan Chengdu, sektor layanan katering yang berkembang pesat di kota itu rata-rata menghasilkan sekitar 400 ton minyak limbah dapur per hari, level yang relatif tinggi di antara kota-kota tingkat pertama dan kedua di China."Tujuan pengembangan kami adalah untuk berpartisipasi langsung dalam produksi kerosin bioaviasi dan menjadi pemasok bahan bakar aviasi yang ramah lingkungan," tutur Ye.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tiga astronaut Shenzhou-14 temui pers usai karantina dan pemulihan awal
Indonesia
•
18 Feb 2023

Wahana penjelajah Mars milik China temukan bukti keberadaan air yang lebih lama di planet merah
Indonesia
•
08 Jan 2026

Tim ilmuwan China dan Swiss rancang cip hemat energi yang menyerupai otak manusia
Indonesia
•
04 Jun 2024

90 juta tahun lalu Kutub Selatan adalah hutan
Indonesia
•
05 Apr 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
