
Unpad dan perguruan tinggi China sepakati kolaborasi riset bidang perikanan dan kelautan

Foto yang diabadikan pada 3 April 2017 ini menunjukkan sejumlah nelayan sedang menyortir ikan hasil tangkapannya di dekat sebuah pelabuhan di Muara Angke, Jakarta. (Xinhua/Du Yu)
Kerja sama perikanan dan kelautan antarpeneliti dari Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Padjadjaran (PSDKU Unpad) Kampus Pangandaran dan State Key Laboratory of Estuarine and Coastal Research (SKLEC) East China Normal University, China, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pertukaran teknologi di bidang tersebut.
Jakarta (Xinhua) – Peneliti dari Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Padjadjaran (PSDKU Unpad) Kampus Pangandaran belum lama ini menyepakati kolaborasi riset dengan peneliti dari State Key Laboratory of Estuarine and Coastal Research (SKLEC) East China Normal University, China. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pertukaran teknologi di bidang perikanan dan kelautan."Bentuk kolaborasi yang akan dilakukan adalah publikasi dan penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan staf, serta aktivitas akademik lainnya yang akan dikerjakan bersama dalam waktu yang disepakati bersama dalam kolaborasi tersebut," kata Direktur PSDKU Unpad Alexander M.A. Khan dalam keterangannya seperti dikutip pada Selasa (20/2).Alex menjelaskan bahwa pada tahap awal, kerja sama riset ini akan berfokus pada kajian perikanan dan kelautan tropis, khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran dan Indonesia pada umumnya, melalui peran para dosen di Program Studi Perikanan Laut Tropis di PSDKU Unpad Kampus Pangandaran.Terkait kerja sama akademik, PSDKU Unpad bergabung dalam proyek Ocean Color-based Plant species identification and Carbon flux in Indo-Pacific oceans (OC-PC) yang menjadi bagian dari the Integrated Marine Biosphere Research (IMBeR). Proyek ini menggandeng 13 peneliti dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura.Selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang perikanan kelautan, kerja sama ini juga diharapkan menjadi kesempatan untuk mempromosikan kebudayaan kedua negara.Kolaborasi tersebut diperkirakan dapat memberi pengaruh signifikan terhadap kajian dan pengembangan data serta informasi komprehensif mengenai fenomena kelautan dan perikanan di Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Saudi diharapkan buka kembali ibadah umroh secepatnya
Indonesia
•
11 Mar 2020

Masih dipertajam, ini tiga skema opsi kebijakan harmonisasi zakat-pajak
Indonesia
•
30 Aug 2026

Gelar Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker buka pendaftaran untuk 24 kejuruan
Indonesia
•
31 May 2026

Indonesia resmikan pabrik vaksin COVID-19 berbasis mRNA pertama di Asia Tenggara
Indonesia
•
09 Oct 2022


Berita Terbaru

Indonesia-China jembatani kampus dan industri, talenta muda jadi fokus kerja sama
Indonesia
•
11 Sep 2026

Anwar Ibrahim buka suara soal perusahaan Malaysia yang diduga terlibat pembakaran lahan di Indonesia
Indonesia
•
09 Sep 2026

Fokus Berita - Perkuat tata kelola investasi, Pemerintah integrasikan perizinan TKA
Indonesia
•
10 Sep 2026

Indonesia dukung Inggris larang impor dari permukiman Israel di wilayah Palestina
Indonesia
•
10 Sep 2026
