
Feature – Buruh Afghanistan berjuang keras hadapi lilitan utang dan kelangkaan lapangan kerja

Seorang warga Afghanistan bekerja di sebuah pabrik tekstil di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 29 April 2025. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Kelangkaan lapangan kerja yang memburuk telah memperparah kesulitan ekonomi di kalangan rakyat Afghanistan.
Kabul, Afghanistan (Xinhua/Indonesia Window) – "Kami terpaksa meminjam uang selama musim dingin, dan ketika musim kerja dimulai, kami secara bertahap melunasi utang kami kepada pemilik toko," kata Habib Jan, seorang pekerja pabrik tungku berusia 60 tahun, dalam wawancara dengan Xinhua menjelang Hari Buruh Internasional.Di tengah perekonomian yang rapuh, Afghanistan yang dilanda perang terus bergulat dengan angka pengangguran yang melonjak.Seperti ribuan buruh lainnya di seluruh negeri, Habib Jan bekerja keras setiap hari di bawah teriknya matahari di tempat pembakaran di Kabul timur laut, membanting tulang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup demi menghidupi keluarganya yang beranggotakan 12 orang. "Saya menggunakan penghasilan saya untuk membeli tepung, minyak, dan obat-obatan," katanya sambil menatap sepatunya yang sudah usang.
Sepatu seorang pekerja yang sudah usang terlihat di sebuah tempat pembakaran batu bata di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 29 April 2025. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Seorang warga Afghanistan bekerja di sebuah pabrik tekstil di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 29 April 2025. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Seorang warga Afghanistan bekerja di sebuah pabrik tekstil di Kabul, ibu kota Afghanistan, pada 29 April 2025. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kisah guru sukarelawan asal China mengajar bahasa Mandarin di Indonesia
Indonesia
•
11 May 2024

Picu masalah etika, China rilis pedoman penelitian data genetik manusia
Indonesia
•
26 May 2026

Kolaborasi Al Ghozy Muslimah Center-Dompet Dhuafa gelar layanan kesehatan gratis untuk peserta Pesantren Khadijah
Indonesia
•
16 Nov 2025

COVID-19 – Pakar kesehatan sebut berbagai faktor picu kenaikan kasus parah di Beijing
Indonesia
•
24 Dec 2022


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
